Breaking News:

Berita Riau

Tarif Angkutan Transportasi Darat di Riau Naik Ikuti Kebijakan Pemerintahan Pusat

Kenaikan tarif transportasi darat dan laut di Riau sudah ditetapkan sebagai dampak kenaikan harga BBM dan mengikuti kebijakan pusat

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Ilustrasi.Tarif Angkutan Transportasi Darat di Riau Naik Ikuti Kebijakan Pemerintahan Pusat 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, Andi Yanto mengatakan, bahwa pihaknya sudah menetapkan kenaikan tarif transportasi darat dan laut.

Penetapan ongkos transportasi tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Riau.

"Tarif ongkos transportasi sudah kita naikkan pascaharga BBM subsidi mengalami naik. Untuk kenaikan ongkos ini sudah diatur tarif batas bawah dan batas atas," katanya.

Andi Yanto mengatakan, tarif ongkos yang diatur merupakan untuk transportasi angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk transportasi darat.

Sedangkan angkutan antar provinsi diatur oleh Kementerian Perhubungan Riau.

Kemudian angkutan di kabupaten/kota diatur pemerintah setempat.

"Untuk transportasi laut juga sudah kita atur kenaikan harga tiketnya di Pergub Riau. Jadi dalam penetapan tarif batas bawah dan atas transportasi angkutan umum di Riau tidak asal-asal menetapkan, tapi terlebih kita rapatkan dengan pihak terkait seperti pengusaha jasa transportasi dan pihak terkait lainnya," katanya.

Selain itu, penetapan tarif batas bawah dan atas transportasi angkutan umum juga mengacu kebijakan dari pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dimana Kemenhub resmi mengumumkan penyesuaian tarif Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (Akap), Rabu (7/9/2022).

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno.

Wilayah 1 meliputi Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Tarif batas atas bus AKAP wilayah 1 naik dari Rp155 menjadi Rp207 per penumpang per kilometer.

Lalu, tarif batas bawah naik dari Rp95 menjadi Rp128 per penumpang perkilometer.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Harga Pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Solar naik dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgio )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved