Breaking News:

Video Berita

VIDEO: 3 Hari Terjebak dalam Sungai Kerinci, Eskavator Dinas PUPR Belum Berhasil Dievakuasi

Aktivitas penyelamatan eskavator yang terjebak ini menjadi tontonan seru bagi masyarakat yang melintas. Mulai pagi hingga sore hari, puluhan warga

Penulis: johanes | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Alat berat jenis eskavator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan sudah tiga hari terjebak dalam lumpur di Sungai Kerinci Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Hingga Kamis (8/9/2022) eskavator jenis Long Arm itu belum berhasil dievakuasi dari kubangan lumpur di tepi Sungai Kerinci. Meskipun berbagai upaya dilakukan operator maupun teknisi Dinas PUPR. Bahkan tiga alat eskavator telah diturunkan sejak hari pertama insiden untuk membantu mengeluarkan eskavator malang itu dari jebakan tanah lunak itu.

Pantauan tribunpekanbaru.com di lokasi, dua unit eskavator kecil milik Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) dan satu unit eskavator jenis amphibi Dias PUPR masih siaga di Sungai Kerinci. Operator masing-masing alat berat mulai melakukan olah gerak untuk melanjutkan misi penyelamatan eskavator Long Arm yang masih tersedot lumpur.

"Hari ini lanjut lagi bang. Mudah-mudahan berhasil, udah mulai kelihatan kok," kata seorang teknisi yang ditemui di lokasi, Kamis (8/9/2022).

Aktivitas penyelamatan eskavator yang terjebak ini menjadi tontonan seru bagi masyarakat yang melintas. Mulai pagi hingga sore hari, puluhan warga datang silih berganti melihat proses evakuasi. Warga berkumpul dan melihat dari kejauhan di tepi Sungai Kerinci mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orangtua. Ternyata musibah alat berat tenggelam ini bisa juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Pelalawan, Latief Busromi ST MT menerangkan, sampai saat ini upaya evakuasi masih terus dilakukan di lapangan. Langkah dan cara untuk mengeluarkan eskavator itu dievaluasi setiap hari agar lebih cepat tuntas. Memang progres di lapangan terus berkembang dan menunjukkan hasil yang bagus.

"Sekarang kondisi lumpur di sekitar alat berat sudah bisa diangkat sebagian. Kemarin dibantu juga oleh personil Damkar kita untuk menyedotnya," tutur Latief Busromi.

Ia menyebutkan, tim di lapangan membuat gambangan atau jalan dengan menggunakan batang sawit yang diambil dari areal hutan di komplek perkantoran Bhakti Praja. Batang kelapa sawit itu disusun sebagai jalan bagi eskavator penyelamat sekaligus akses untuk eskavator yang akan dievakuasi. Jika menggunakan kayu atau batang pohon dinilai tidak maksimal. Karena tracker atau roda eskavator milik Disbunak cukup tajam dan jika menabrak kayu pasti akan pecah, tapi jika memakai batang sawit akan tetap berjalan dengan baik.

Teknisi juga fokus untuk mengeringkan air dan lumpur hingga tangki oli dan baterai bisa diraih. Apabila bagian oli dan baterai kelihatan, pihaknya akan membersihkan oli lama yang telah tercampur dengan air dan mengganti dengan oleh baru. Kemudian baterai diganti dengan yang baru, sebab yang lama telah terendam air. Sehingga eskavator malang itu bisa dihidupkan mesinnya dan digerakan.

"Kalau hanya ditarik dalam kondisi mati, sudah juga. Eskavator itu juga harus hidup dan bisa digerakan. Baru bisa maksimal keluar dari lumpur," bebernya.

Jika pola penyelamatan tersebut tak kunjung berhasil, cara terakhir yakni menggunakan alat berat jenis crane. Pemda Pelalawan memang tidak mempunyai crane yang kapasitas besar yang bisa menarik dan mengangkat eskavator. Namun bisa saja meminjam milik perusahaan yang ada di Pelalawan. Sehingga eskavator yang merupakan aset Pemda itu bisa diselamatkan.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved