Breaking News:

Video Berita

VIDEO: ITB Indragiri Diresmikan, Yayasan Akan Lakukan Seleksi Calon Rektor

Meski begitu, saat ini ITB Indragiri masih belum memiliki rektor. Hendri berkata, bahwa rektor akan diseleksi oleh pembina Yayasan Pendidikan Indragir

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Setelah menunggu satu tahun, akhirnya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memiliki perguruan tinggi setingkat institut. Perguruan tinggi yang diberi nama Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri tersebut resmi dilaunching pada Kamis (8/9/2022) hari ini.

Launching ITB Indragiri di Lapangan RTH Rengat itu dihadiri oleh tokoh masyarakat Riau, Yopi Arianto. Selain itu juga tampak pejabat Yayasan Pendidikan Indragiri dan petiggi tiga kampus yang melebur menjadi ITB Indragiri, yakni Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE I), Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Indragiri (STTI), Sri Guntur dan Ketua Akademi Kebidanan (Akbid) Indragiri, Yopi Wulandari.

Launching ITB Indragiri ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Pada saat launching tersebut juga digelar senam bersama mahasiswa dan seluruh civitas akademika ITB Indragiri. Selain itu juga dilakukan pembagian sejumlah doorprize kepada peserta yang hadir.

Ketua Yayasan Pendidikan Indragiri, Hendri A Saleh mengungkapkan bahwa ITB Indragiri ditetapkan atas dasar Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Riset) Republik Indonesia (RI).

Hendri mengatakan, ide awal pendirian universitas atau institut di Kabupaten Inhu sudah dimulai semenjak tahun 2006 lalu. Meski begitu, proses itu baru bisa direalisasi oleh pihak Yayasan Pendidikan Indragiri pada tahun 2021 lalu atas dukungan pimpinan ketiga kampus di bawah Yayasan Pendidikan Indragiri. "Proses itu kita ajukan pada Agustus 2021 kemarin, dan disetujui pada Agustus 2022. Proses ini termasuk cepat, dalam setahun kita sudah mendapatkan SK pendirian ITB Indragiri," kata Hendri.

Terkait pemilihan nama, Hendri mengatakan bahwa pihaknya memilih nama Indragiri untuk mencerminkan ciri khas melayu. Selain itu juga wilayah Kabupaten Inhu yang dialiri oleh Sungai Indragiri dan sebagian merupakan wilayah gambut, menjadi potensi penting untuk dikembangkan ke depan.

Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan, bahwa ada tiga kampus di Kabupaten Inhu yang bergabung menjadi satu di dalam ITB Indragiri, yakni STIE I, STTI, dan Akbid Indragiri. Oleh karena itu, ITB Indragiri akan menyediakan program studi (Prodi), S1 Manajeman, S1 Teknik Sipil, D3 Teknik Mesin, D3 Kebidanan, dan ke depan akan dibentuk satu Prodi baru, yakni S1 Agribisnis.

Untuk menunjang pengelolaan program studi tersebut, ITB Indragiri sudah memiliki tenaga pengajar yang berkompeten. STIE I sendiri memiliki 39 dosen dengan tiga orang diantaranya bergelar Doktor, kemudian STTI memiliki 7 orang dosen dan satu orang sedang menempuh pendidikan Doktor, kemudian Akbid Indragiri memiliki 7 orang dosen.

Meski begitu, saat ini ITB Indragiri masih belum memiliki rektor. Hendri berkata, bahwa rektor akan diseleksi oleh pembina Yayasan Pendidikan Indragiri sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Kemendikbud. Terdapat sembilan nama calon Rektor ITB yang akan menjalani proses seleksi. "Sembilan nama yang sudah mendaftar, dan semua lulus seleksi administrasi. Sekarang nama-nama itu sudah sampai ke pembina Yayasan Pendidikan Indragiri," ungkapnya.

Atas diresmikannya ITB Indragiri, Hendri mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Inhu serta LLDIKTI yang telah memberikan dukungan. Ia berharap dengan perpaduan ketiga kampus tersebut menjadi satu perguruan tinggi membawa kemajuan bagi pendidikan di Kabupaten Inhu ke depan.

(Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved