Breaking News:

Berita Siak

Wabup Siak Sentil OPD Saat Buka Sosialisasi Tentang Arsip

Wakil Bupati Siak Husni Merza menyentil pimpinan OPD Pemkab Siak yang terkesan abai dengan kearsipan

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Wakil Bupati Siak Husni Merza berfoto bersama dengan peserta Sosialisasi Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Wakil Bupati Siak Husni Merza menyentil pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Siak yang terkesan abai dengan kearsipan, Selasa (6/9/2022) saat membuka secara resmi Sosialisasi Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak.

“Banyak OPD yang tidak serius dengan kearsipan ini, padahal kita punya dinas untuk mengelola kearsipan itu. Kita akan tertinggal dan menjadi tidak cermat jika terus tidak peduli dengan kearsipan ini,” kata Husni.

Ia menyebutkan peran strategis Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) dalam mewujudkan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) di daerah harus maksimal. Karena hal tersebut adalah amanat Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009.

“SIKN dan JIKN dibangun oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ARSIP) dalam rangka untuk memberikan informasi yang otentik dan utuh. Dalam mewujudkan arsip sebagai tulang punggung manajemen penyelenggara negara, memori kolektif bangsa dan simpul pemersatu bangsa dalam rangka NKRI,” kata dia.

Ia berharap kepada seluruh OPD untuk serius mengurusi arsipnya masing-masing. Ia juga menyemangati Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk terus memberikan pelatihan.

“Saya masih memantau selaku pimpinan daerah, bahwa masih banyak di antara kita OPD yang belum begitu serius dalam mengelola kearsipan, sehingga kita masih beranggapan bahwa masalah kearsipan bukan sesuatu yang penting,” sebut Husni.

Husni menambahkan, kearsipan menjadi perhatian bersama, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan harus bisa meyakinkan pimpinan dan OPD lainnya. Husni juga mengatakan harus ada political will dari pimpinan masing-masing OPD terhadap pentingnya arsip ini.

"Kita bisa berada sampai kondisi saat ini juga berkat arsip-arsip yang tersusun dan tersimpan dengan rapi. Kalau tidak ada bukti sejarah yang terdokumentasi dengan baik dalam arsip, tidak mungkin Siak jadi kabupaten, itu adalah arsip yang berbicara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak Darussalim menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pedoman penyelenggaraan kearsipan nasional. Sebagai panduan bagi seluruh pencipta kearsipan dan lembaga kearsipan dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan SIKN dan JIKN.

"Untuk menyamakan pola pikir dan pola tindak diantara pelaksanaan sistem informasi kearsipan nasional, dan jaringan informasi kearsipan nasional. Sehingga proses pencapaian tujuan dari sistem informasi kearsipan nasional dapat berlangsung secara efektif dan efisien,” kata dia.

Adapun peserta dalam kegiatan sosialisasi ini berjumlah sebanyak 40 orang. Terdiri dari perwakilan OPD sebanyak 29 orang, Bidang Kearsipan 6 orang, dan 15 orang dari staf di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved