Breaking News:

Berita Pekanbaru

Warga Mulai Keluhkan Tarir Parkir Baru dan Jukir Tak Berikan Karcis di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru

Selain semrawut, masyarakat juga keluhkan petugas parkir yang memberikan karcis setiap kali mereka parkir di lokasi tersebut.

Penulis: Alex | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Alexander
Kondisi parkir di pinggir jalan Pasar Pagi Arengka Pekanbaru yang cukup mengganggu arus lalu lintas, karena terlalu menjorok ke badan jalan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Dampak naiknya BBM subsidi beberapa waktu lalu, juga berimbas pada naiknya tarif parkir roda dua di bagian depan pinggir jalan di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru.

Kenaikan tersebut 100 persen dari tarif sebelumnya.

Jika sebelumnya tarifnya Rp 1.000, kini menjadi Rp 2.000, seperti yang juga sudah menjadi kebijakan pemerintah kota, yang memang sudah menyampaikan kenaikan tersebut.

Namun demikian, masyarakat keluhkan kenaikan tersebut karena tidak ada diberikan karcis oleh petugas, setiap kali parkir di lokasi tersebut.

"Naik sekarang parkir di sini, dari Rp 1.000 jadi Rp 2.000. Tapi sejak dulu sampai sekarang nggak ada karcis parkirnya," kata Reno, salah seorang warga yang belanja ke Pasar Pagi Arengka Pekanbaru.

Sementara itu, untuk parkir roda dua di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru terbagi di dua tempat, yakni di bagian dalam yang memang disediakan untuk parkir, kemudian yang bagian luar di pinggir jalan.

"Kalau bagian dalam itu selalu ada karcis biasanya. Tapi di luar tanpa karcis," imbuhnya.

Warga lainnya, Heru yang menggunakan jalur bagian depan Pasar Pagi Arengka tersebut mengatakan, kondisi parkir di pinggir jalan Pasar Pagi Arengka Pekanbaru cukup mengganggu arus lalu lintas, karena terlalu menjorok ke badan jalan.

"Parkir sih nggak masalah ya. Saya juga sering belanja di sini. Tapi terlalu memakan jalan. Kalau kita lewat pakai mobil di sini agak susah dan terganggu. Kalau bisa diterbitkan, sehingga tidak mengganggu jalan," ujar Heru.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso mengaku sudah menerima informasi ini.

Ia mengaku hal ini menjadi catatan bagi pihak dinas.

Dirinya menyebut bahwa ternyata karcis itu tidak hanya dicetak.

Tapi harus melalui proses Porporasi di Bapenda Pekanbaru.

Pihaknya siap menindaklanjuti permasalahan ini.

Apalagi pada intinya semua hal sudah ada persiapan seiring kenaikan tarif jasa layanan parkir.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved