Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Dugaan Pungli Iuran di SMPN 47, Komisi III DPRD Pekanbaru: Jangan Tambah Lagi Penderitaan Masyarakat

Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi pendidikan, sangat menyayangkan berulang kali terjadinya dugaan pungli, di sekolah negeri di Kota Pekanbaru

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan sangat menyayangkan berulang kali terjadinya dugaan pungli, di sekolah negeri di Kota Pekanbaru. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dugaan pungutan liar (pungli) di dunia pendidikan di Kota Pekanbaru, seakan tak pernah selesai.

Belum hilang permainan oknum kepala sekolah pembelian buku Kurikulum Merdeka, kini terjadi lagi modus baru pungli di sekolah.

Adalah SMPN 47 Sidomulyo Barat, Tuah Madani, Pekanbaru, yang diduga melakukan pungli, melalui iuran uang komite sekolah.

Iuran komite di sekolah negeri tersebut naik dua kali lipat, dari semula Rp 35 ribu, menjadi Rp 60 ribu per siswa.

Data yang diperoleh Tribunpekanbaru.com dari wali murid SMPN 47, Jumat (9/9/2022) menjelaskan, dari jumlah tersebut, di antaranya di alokasikan untuk membayar 9 guru honor sebesar Rp 25.000 dan Rp 10.000 untuk pembangunan mushola.

Kemudian, disebutkan juga, dari jumlah Rp 60.000 itu, dialokasikan setiap bulannya Rp 10.000 untuk biaya adiuata atau penghijauan.

Termasuk Rp 10.000 untuk memenuhi kebutuhan kelas siswa, seperti spidol dan perlengkapan kelas lainnya, termasuk juga Rp 5.000 untuk keperluan OSIS.

"Agak mengganjal itu, untuk guru honor dan pembangunan mushola, kok dibebankan kepada siswa. Kalau item lainnya, mungkin tak masalah. Masih bisa dimaklumi," papar Ye, seorang wali murid, kesal.

Dikatakan, untuk membayar guru honor dan pembangunan infrastruktur fasilitas mushola, seyogyanya sudah ada alokasi dari pemerintah. Sebab sekolah tersebut berstatus sekolah negeri.

"Dalam kondisi ekonomi masyarakat yang masih jungkir balik ini, rasanya kurang tepat ada beban biaya yang menjadi tanggungjawab pemerintah, dibebankan kepada masyarakat. Ini yang kita heran dan pertanyakan," tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved