Breaking News:

harga sawit di riau

Petani Makin Pusing, Harga Sawit di Riau Turun di Tengah Kenaikan BBM, Biaya Angkutan Melonjak

Petani Sawit di Riau makin pusing di tengah naiknya harga BBM bersubsidi, harga sawit di riau turun pekan ini, biaya angkutan melonjak

Penulis: Rino Syahril | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Doni Kusuma
Ilustrasi angkutan sawit. Petani Makin Pusing, Harga Sawit di Riau Turun di Tengah Kenaikan BBM, Biaya Angkutan Melonjak. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Petani Sawit di Riau makin pusing di tengah naiknya harga BBM bersubsidi biosolar dan pertalite, harga sawit di riau turun pekan ini, biaya angkutan melonjak.

Kenaikan BBM tentunya sangat berdampak terhadap petani kelapa sawit. Sebab biaya operasional akan semakin tinggi. Misalnya dalam pengangkutan TBS kelapa sawit petani, ditambah lagi harga sawit di riau turun pekan ini.

Dampak kenaikan BBM di tengah harga sawit di riau turun menambah beban Petani Sawit di Riau .

Sekretaris Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau, Djono Albar Burhan SKom MMgt(Int. Bus) CC CL menggambarkan dampak kenaikan BBM bagi Petani Sawit di Riau .

"Pengangkutan TBS kelapa sawit petani itu adalah biosolar. Jadi dengan naiknya harga biosolar tentunya sangat berpengaruh bagi petani dan tentunya menambah beban petani," ujar Sekretaris Wilayah Apkasindo Riau, Djono Albar Burhan.

Belum lagi tambah Djono Albar, harga pupuk juga belum turun. "Untuk itu kami berharap dengan naiknya harga BBM ini, pemerintah bisa menetapkan harga pupuk baik itu harga atas atau harga bawah," ucapnya.

Walaupun begitu kata Djono, pihaknya memaklumi pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi khususnya biosolar, karena terus membengkaknya subsidi yang diberikan pemerintah.

"Naiknya BBM biosolar ini kita juga berharap agar ketersedian BBM bersubsidi ini khususnya di Riau bisa terjaga dan terpenuhi," ungkap Djono.

Jika BBM biosolar lancar dan terpenuhi jelas Djono, tentunya tidak mengganggu penjualan TBS petani khusus untuk angkutannya.

"Dalam beberapa bulan ini sejak biosolar susah petani agak kesulitan menjual TBS mereka. Untuk itulah kami berharap ketersedian Biosolar cukup dan tidak susah mendapatkannya," ucap Djono Albar Burhan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved