Breaking News:

Berita Siak

437 Balita di Enam Kecamatan Tergolong Stunting, Forikan Siak Gencar Latih Kader Posyandu

Sebanyak 473 bayi di bawah Lima Tahun (Balita) tergolong stunting di enam kecamatan di Kabupaten Siak.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Kader Posyandu Minas belajar meracik PMT dengan sumber protein hewani yang memadai untuk penanganan stunting di kecamatan itu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Sebanyak 473 bayi di bawah Lima Tahun (Balita) tergolong stunting di enam kecamatan di Kabupaten Siak.

Keenam kecamatan itu adalah Minas, Sungai Mandau, Kerinci Kanan, Dayun, Mempura dan Bungaraya.

“Data itu hasil sementara penimbangan berat badan anak pada Agustus 2022. Kami menjadikan enam kecamatan itu lokasi dan fokus (Lokus) dalam upaya penanganan dan pencegahan kasus stunting,” kata Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Siak, Rasidah Alfedri, Minggu (11/9/2022).

Dari enam kecamatan tersebut, ironisnya Mempura sebagai ibukabupaten Siak menjadi kecamatan terbanyak anak stuntingnya. Dari 473 Balita tergolong stunting se kabupaten Siak, 137 Balita terdapat di Mempura. Sisanya ada di kecamatan Minas 29 Balita, Sungai Mandau 112 Balita, Kerinci Kanan 18 Balita, Dayun 118 Balita dan Bungaraya sebanyak 23 Balita.

“Enam kecamatan di Siak itu jumlah stunting pada Balita masih cukup tinggi, terutama di kecamatan Mempura. Oleh sebab itu, Forikan Siak gencar melakukan penyuluhan dan edukasi kepada ibu-ibu kader Posyandu,” kata Rasidah.

Rasidah mengatakan, ibu-ibu kader Posyandu adalah ujung tombak penanganan dan pencegahan stunting. Sebab kader Posyandu yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, khususnya para ibu hamil dan ibu yang memiliki Balita.

“Kader Posyandu harus berperan ekstra dan menjadi agen untuk penanganan dan pencegahan stunting. Sebab inti anak mengalami stunting karena tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk membentuk perkembangan otak dan tubuh, sehingga asupan gizi menjadi kata kunci untuk anak,” kata dia.

Pencegahan dan percepatan penurunan stunting menjadi salah satu agenda prioritas nasional untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Forikan Siak mengambil bagian dari ikhtiar itu dengan melaksanakan berbagai kegiatan.

"Pemerintah sudah gencar memberikan penyuluhan stunting maupun memberikan bantuan Pemberian Bantuan Makanan(PMT), namun ibu-ibu kader Posyandulah sebagai ujung tombak untuk penanganan dan pencegahan,” kata Rasidah.

Forikan Siak juga bertanggungjawab dalam membina wawasan dan melatih keandalan kader Posyandu. Saat ini pihaknya juga melalukan pelatihan pembuatan PMT kepada kader Posyandu, kemudian Kader Posyandu yang akan melatih masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved