Breaking News:

Liga Italia

AC Milan Rombak Total Formasinya Jelang Liga Italia AC Milan vs Napoli, Pioli Gunakan Tiga Bek

Pelatih AC Milan Stefano Pioli akan melakukan perombakan besar di formasi Rossoneri.

Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Ilham Yafiz
AFP
AC Milan Rombak Total Formasinya Jelang Liga Italia AC Milan vs Napoli, Pioli Gunakan Tiga Bek 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pelatih AC Milan Stefano Pioli akan melakukan perombakan besar di formasi Rossoneri.

Dengan Rafael Leao diskors melawan Napoli , Stefano Pioli sedang mempertimbangkan perubahan radikal AC Milan.

Perubahan itu termasuk menggunakan taktik tiga orang bek.

Yang paling extream posisi Charles De Ketelaere akan digeser sebagai penyerang tengah.

Rafael Leao menerima dua kartu kuning dalam kemenangan tandang 2-1 malam ini ke Sampdoria , jadi dia akan absen dari larangan satu pertandingan Liga Italia.

Rafael Leao akan melewatkan laga kontra Napoli di San Siro Minggu depan.

Zlatan Ibrahimovic , Ante Rebic , Alessandro Florenzi dan Rade Krunic juga absen dalam laga itu.

Sementara itu, Divock Origi seharusnya mulai hari ini dan ditarik keluar karena masalah otot, jadi dia juga tidak dijamin pulih tepat waktu.

“Jika Origi tersedia hari ini, saya akan membiarkan Leao beristirahat, tetapi kehilangan Origi dan Rebic akan memperumit rencana kami,” kata Stefano Pioli dalam konferensi persnya seperti diberitakan football italia.

“Ante Rebic memiliki banyak rasa sakit di punggungnya dan tidak bisa bergerak dengan baik. Origi memiliki masalah kecil, saya tidak berpikir dia bisa bermain pada hari Rabu, tetapi kami berharap untuk hari Minggu. Kami memiliki alternatif lain, meskipun satu-satunya yang memiliki karakteristik serupa dengan Leao adalah Rebic," urai Stefano Pioli.

Ketika mereka bermain dengan 10 pemain melawan Sampdoria , AC Milan hampir menggunakan tiga bek, memberi Theo Hernandez kebebasan untuk bergerak maju sesuka hati.

“Saya telah memikirkan pertahanan tiga orang sejak musim panas, karena kami memiliki tiga bek tengah yang kuat dan agresif yang dapat memulai pergerakan dengan sangat baik. Kami punya pemain sayap untuk membuatnya bekerja juga.

“Saya akan mencobanya di pra-musim, tetapi tidak berhasil. Kami saling mengenal dengan baik, kami bisa mencobanya. Saya pikir ini adalah sistem yang dapat memberi kami lebih banyak keserbagunaan dan pilihan," sebutnya.

Sementara Olivier Giroud adalah satu-satunya penyerang tengah yang tersedia saat ini, tetapi De Ketelaere dapat mengambil peran itu, seperti yang telah ia lakukan musim lalu untuk Club Brugge.

Pemain Belgia berusia 21 tahun itu sangat tinggi, 1,92m, dan ketika bermain sebagai penyerang tengah di Brugge mencetak 12 gol dan memberikan tujuh assist dalam 30 pertandingan.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved