Breaking News:

Cuaca Ekstrem di Riau

Cuaca Ekstrem di Riau Makan Korban, Warga Kepulauan Meranti Tewas Tersambar Petir Saat Garap Sawah

Cuaca Ekstrem di Riau kembali makan korban jiwa, seorang warga Kepulauan Meranti tewas tersambar petir saat garap sawah

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Ilustrasi petir. Cuaca Ekstrem di Riau makan korban jiwa, seorang warga Kepulauan Meranti tewas tersambar petir saat garap sawah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Cuaca Ekstrem di Riau kembali makan korban jiwa, seorang warga Kepulauan Meranti tewas tersambar petir saat garap sawah.

Korban tewas akibat Cuaca Ekstrem di Riau merupakan warga Dusun Parit Besar Laut, Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Korban yang meninggal akibat Cuaca Ekstrem di Riau diketahui bernama Tengku Ismail atau biasa akrab disapa Cik Atik.

Korban meninggal dunia setelah tersambar petir saat Cuaca Ekstrem di Riau. Ketika peristiwa itu terjadi, Cik Atik sedang berada di sawah sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (11/9/2022).

Kejadian yang membuat geger itu diceritakan salah seorang warga setempat, Hendri Irawan.

Dikisahkan Hendri, korban saat itu sedang menggarap sawah miliknya, tiba-tiba saja ada petir menggelegar dan menyambar korban.

Setelah itu beberapa petani yang ada di sawah tersebut datang untuk memberikan pertolongan.

Namun saat dilihat ternyata kondisi korban sudah tidak bernyawa dan meninggal.

"Kejadian sekitar jam 10, saya waktu itu di kebun kopi dan korban sedang berada di sawah, di daerah parit besar laut. Cuaca waktu itu memang agak mendung disertai petir, karena cuaca kurang bagus saya balik, saat itu memang terdengar suara petir yang kuat," ungkap Hendri.

Hendri mengatakan, di musim penghujan, Desa Kedabu Rapat tergolong daerah yang rawan sambaran petir.

"Memang di daerah sini, kalau petir memang kuat, dulu pernah waktu sedang gotong royong ada juga warga tersambar petir dan meninggal, kemudian saat di laut mencari udang tersambar petir juga meninggal, kali ini di sawah dan beberapa kali banyak juga pohon kelapa yang hangus tersambar petir," ungkapnya.

Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

"Jenazah dibawa ke rumah duka, kediaman almarhum di Dusun Parit Besar tidak jauh dari Masjid Al-Falah," pungkas Hendri Irawan.

( Tribunpekanbaru.com / Teddy Tarigan )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved