Breaking News:

Berita Siak

Pemkab Siak Apresiasi Sanggar Sekayuh Sehati Tampil di Festival Payung Indonesia Solo

Sanggar Sekayuh Sehati yang berbasis di SMPN 1 Mempura, Kabupaten Siak, Riau lolos di Festival Payung Indonesia.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Sanggar Sekayuh Sehati Siak mengikuti karnaval pada kegiatan Fespin 2022 di Solo, Jawa Tengah, 2-4 September 2022. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Sanggar Sekayuh Sehati yang berbasis di SMPN 1 Mempura, Kabupaten Siak, Riau lolos di Festival Payung Indonesia.

Mereka berangkat ke Solo, Jawa Tengah untuk mengikui festival itu menggunakan bus.

Sanggar Sekayuh Sehati ini didirikan dan diasuh oleh Kepala SMPN 1 Mempura, Winda Harniati. Dalam lawatannya ke Solo, ia berangkat bersama crew sanggar yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan dan beberapa orang siswa sebagai penari.

Keberangkatan sanggar ini ke Solo mendapat izin dari Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak Mahadar. Bahkan Mahadar dan pengurus PGRI kabupaten Siak sempat membahas teknis keberangkatan bersama Winda Harniati.

“Bentuk apresiasi kami kepada sanggar Sekayuh Sehati ini adalah dengan memberi izin kepada Bu Winda Harniati sebagai Kepala Sekolah, siswa yang dibawanya serta ada guru dan tenaga kependidikan,” kata Mahadar, Jumat (9/9/2022).

Mahadar menjelaskan, keberangkatan sanggar Sekayuh Sehati ini bukan merupakan intervensi Pemkab Siak, sehingga mereka membuat proposal. Dalam pertemuan pihaknya dengan Winda, sempat ditanyakan bagaimana pembiayaan untuk keberangkatan dan pulang nanti.

“Yang diundang adalah sanggar Sekayuh Sehati, yang dibawanya ada personel dan tenaga kependidikan dan beberapa siswa, tentu harus mendapatkan izin. Karena kita mengapresiasi kita mengizinkan, tentu kita tanya, sumber dana dari mana, kemudian Bu Winda menjawab telah membuat proposal ke perusahaan -perusahaan,” kata dia.

Melihat tingginya semangat pengasuh sanggar ini, Mahadar akhirnya mengumpulkan bantuan dari dinasnya. Kemudian juga ada bantuan dari pengurus PGRI yang diserahkan langsung oleh Sekretaris PGRI Siak Novendri.

“Kita dari dinas pendidikan dan PGRI membantu ya uang jajan di jalanlah, memang tidak besar. Dinas tidak ada menerima proposal, jadi kesepakatan dengan bidang -bidang saja untuk memberikan motivasi bahwa kami ada untuk mereka,” kata dia.

Mahadar menepis isu bahwa Pemkab Siak tidak peduli dengan kegiatan SMPN 1 Mempura yang telah mengharumkan nama Siak di Solo. Ia menyebut kegiatan itu bukan atas nama sekolah melainkan atas nama sanggar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved