Breaking News:

Gubenur Riau Sambut Baik Pembentukan DPW APVOKASI Riau

Dewan Pengurus Wilayah Apvokasi Riau melakukan audiensi dan diterima secara langsung oleh Gubenur Riau, Syamsuar.

Editor: Ariestia
Istimewa
Dewan Pengurus Wilayah Apvokasi (Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia) Provinsi Riau melakukan audiensi dan diterima secara langsung oleh Gubenur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si dengan hangat dan suasana penuh kekeluargaan pada Senin siang 12 September 2022 di Kediaman (Rumah Dinas) Gubernur Riau, Kompleks Gubernuran, Jalan Diponegoro Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dewan Pengurus Wilayah Apvokasi (Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia) Provinsi Riau melakukan audiensi dan diterima secara langsung oleh Gubenur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si dengan hangat dan suasana penuh kekeluargaan pada Senin siang 12 September 2022 di Kediaman (Rumah Dinas) Gubernur Riau, Kompleks Gubernuran, Jl. Diponegoro Pekanbaru.

Audiensi DPW Apvokasi Provinsi Riau dipimpin oleh Muhammad Herwan sebagai Ketua Umum dan Agus Salim, S.Kep., M.Si sebagai Sekretaris Umum, juga diikuti oleh Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc (Direktur Poltek Caltex Riau) sebagai Wakil Ketua II dan H. Khaidir Akmalmas, SH sebagai Wakil Ketua III, serta Monalisa, S.Si (Wakil Sekretaris I), Bambang Lukmanul Hakim, ST., M.Kom (Wakil Sekretaris I), Armadi, SE., ME (Bendahara Umum), H. Zulkarnaen Noerdin, SH., MH (Dewan Pakar), juga diikuti oleh H. Peri Daswandi, S.Pd., M.Pd (Ketua MKKS SMK Negeri Provinsi Riau), Drs. Shofruddin (Ketua MKKS SMK Swasta Provinsi Riau), sedangkan mendampingi Gubernur Riau turut hadir M. Job Kurniawan, AP., M.Si (Asisten III Sekdaprov Riau yang juga Plt. Kadisdik Riau), Aryadi, S.Sos (Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Riau), Dr. Eng Yusri Rasul,S.Pd,ST,MT (Kabid SMK Disdiknas Provinsi Riau) serta Dr. Hj. Nila Resmita, M.Pd (Staf Ahli Dinas Pendidikan Provinsi Riau).

Muhammad Herwan menyampaikan kepada Gubernur Riau, bahwa DPW Apvokasi Riau Periode 2022 – 2027 telah terbentuk pada Hari Sabtu 3 September 2022 lalu dan telah mendapatkan pensahan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Apvokasi dengan SK Nomor 006/SKep/APVOKASI/IX/2022 tertanggal 09 September 2022.

Apvokasi Riau terbentuk didasari atas pemikiran dan dengan tujuan untuk turut serta memberikan kontribusi bagi mengatasi fenomena mis-match lulusan lembaga pendidikan dengan dunia kerja, khususnya dalam mempersiapkan sumberdaya manusia yang unggul, kompeten, profesional dan berdayasaing.

Apvokasi sebagaimana dengan penamaannya adalah organisasi dan wadah sinergi dan kolaborasi para praktisi dan profesional Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Vokasi serta praktisi IDUKA (Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja).

Dalam upaya mengatasi adanya kesenjangan antara dunia Pendidikan khususnya pendidikan dan pelatihan vokasi dengan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA), sebagaimana diketahui Gubernur Riau telah membuat kebijakan yang sangat bagus dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat sebagai provinsi pertama yang memiliki payung hukum pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi yakni dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur Riau Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Melalui Kemitraan dengan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja.

Hal ini sejalan dengan Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, yang terbit belakangan setelah adanya Pergub Riau Nomor 6 Tahun 2022. Kehadiran DPW Apvokasi Riau adalah untuk mendukung dan menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Pergub Nomor 6 Tahun 2022 maupun Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tersebut agar terimplementasi sesuai dengan yang diharapkan.

Apvokasi memiliki Visi Menjadi perkumpulan penyelenggara, pengelola dan pengguna pendidikan vokasional berskala global, sedangkan Misi dari Apvokasi 1. Menyelaraskan kompetensi dan linearitas kursus, pelatihan, sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi vokasi untuk meningkatkan link and match dunia kerja., 2. Membangun SDM unggul siap kerja untuk Indonesia maju. Apvokasi mengembangkan Nilai-nilai ; Integritas, Kompeten, Inovasi, Loyalitas, dan Networking.

Adapun sasaran strategi Apvokasi 1. Meningkatkan Tata Kelola Pendidikan Vokasi Indonesia, 2. Meningkatkan Kolaborasi Dunia Usaha Dan Industri Serta Luar Negeri, 3. Meningkatkan Layanan Pendidikan Vokasi Indonesia, 4. Meningkatkan Implementasi Pendidikan Karakter, 5. Meningkatkan Inovasi Pendidikan Vokasi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Riau menyambut baik dan antusias dengan terbentuknya DPW Apvokasi Riau. Syamsuar meminta Apvokasi Riau dapat memberikan kontribusi dan aksi nyata dalam pengembangan pendidikan vokasional di Riau.

Pergub Riau Nomor 6 Tahun 2022 merupakan bentuk keseriusan Pemprov membangun pendidikan vokasional, bahkan telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat antara lain oleh Menko Pembanguna Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dikbudristek dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI serta Kementrian dalam Negeri RI, sehingga Riau dijadikan percontohan bagi daerah lain terkait dengan regulasi pendidikan vokasi.

Sebanyak 21 SMK Negeri dan SMK Swasta di Riau terpilih menjadi Role Model dan ditetapkan oleh Kemendikbusristek pada Program SMK Pusat Keunggulan (Centre of Excellence) yang merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja.

Program SMK Pusat Keunggulan ini diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan IDUKA (dunia usaha, dunia industri, dunia kerja), yang akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.

Gubernur Riau berharap upaya pengembangan pendidikan vokasional di Riau di dukung oleh seluruh komponen masyarakat, khususnya IDUKA. Kedepan pendidikan vokasional di Riau, khususnya SMK-SMK dapat mengembangkan potensi yang ada di Riau untuk mensuplai sarana produksi (spare part) yang diperlukan oleh industri di Riau, misalnya di industri migas maupun kelapa sawit. Pun demikian dengan siswanya, dapat menyesuaikan dengan kompetensi dan kualifikasi yang ada diperlukan oleh IDUKA.

Mengakhiri audiensi, Muhammad Herwan menyampaikan undangan dari DPP Apvokasi yang mengharapkan Gubernur Riau untuk dapat hadir memberikan sambutan serta presentasi pada Acara Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) I Apvokasi yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 September – 1 Oktober 2022 di Lombok, Provinsi Riau Nusa Tenggara Barat. (rls).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved