Breaking News:

Berita Pekanbaru

Polisi Amankan 15 Orang Terkait Dugaan Pungli Sopir Truk Batu Bara di PLTU Tenayan Raya Pekanbaru

Polresta Pekanbaru, mengamankan 15 orang terkait dengan dugaan pungutan liar (pungli) sopir truk pengangkut batu bara di kawasan PLTU Tenayan Raya.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Foto/saberpungli.id
Polresta Pekanbaru, mengamankan 15 orang terkait dengan dugaan pungutan liar (pungli) sopir truk pengangkut batu bara di kawasan PLTU Tenayan Raya. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Personel kepolisian dari Polresta Pekanbaru, mengamankan 15 orang terkait dengan dugaan pungutan liar (pungli) sopir truk pengangkut batu bara di kawasan PLTU Tenayan Raya.

Para terduga pelaku pungli ini, diamankan petugas pada Minggu (11/9/2022) malam tadi.

"Tadi malam kita dapat info dari sopir truk batu bara yang biasa membawa batu bara ke PLTU Tenayan Raya. Bahwa ada oknum-oknum yang melarang masuk dan keluar sebelum membayar sejumlah uang," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Pria Budi, Senin (12/9/2022).

Menurutnya, Polresta Pekanbaru cepat merespon informasi adanya dugaan pungli ini, apalagi PLTU Tenayan Raya merupakan objek vital nasional.

Jika sampai terganggu proses distribusi batu bara akibat pungli, tentu dapat mengancam ketersediaan listrik.

Lanjut Pria Budi, 15 orang yang diamankan ini masih menjalani proses pemeriksaan di Polresta Pekanbaru.

Polisi masih mendalami terkait dengan perbuatan dan apa peran mereka.

"Yang jelas sudah ada yang membuat laporan," ucap Pria Budi.

Ia mengungkapkan, aksi dugaan pungli ini sudah berlangsung cukup lama. Petugas juga sudah beberapa kali mengambil tindakan, namun masih saja berulang.

"Mungkin karena salah pemahaman, mereka merasa ada hak sebagai buruh, tapi dari perusahaan tidak mengizinkan. Makanya kami ambil keterangan, akan didudukkan secara bersama, salahnya di mana," tutur Kapolresta.

"Karena di satu sisi masyarakat (merasa) ada haknya, bisa bongkar, tapi (menurut) pihak perusahaan tidak ada kerjasama. Ini yang perlu kami luruskan, yang jelas 15 orang lagi kami periksa," imbuhnya.

Dijelaskan Pria Budi, jika memang ada miskomunikasi antara kedua belah pihak ini, kami polisi akan ikut meibatkan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Keternagakerjaan.

"(Tujuannya) biar kegiatan ini tidak berulang, karena ini mengganggu harkamtibmas juga, apalagi ini objek vital yang rawan," terang Pria Budi.

Ia menyebutkan, tidak ada uang tunai hasil dugaan pungli yang diamankan.

"Supir-supir tidak berani keluar setelah masuk bongkar (batu bara), waktu akan keluar dimintain uang Rp70 ribu satu mobil. Sopir menghubungi kita, minta perlindungan, sehingga kemarin dikawal. Yang jelas 15 orang oknum sudah diamankan," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved