Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Bantah Ada Pungutan, Kepsek SMPN 47: Itu Sumbangan Inisiatif Komite Kelas

Terkait pungutan di SMPN 47 Kota Pekanbaru Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 47 Agus Warsita menyatakan tidak ada pungutan yang ada itu sumbangan atas ini

Penulis: Rino Syahril | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com - Terkait pungutan di SMPN 47 Kota Pekanbaru Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 47 Agus Warsita menyatakan tidak ada pungutan yang ada itu sumbangan atas inisiatif Komite dan bukan inisiatif dirinya atau sekolah.

Sesuai dengan pemberitaan di Tribunpekanbaru.com kata Kepala Sekolah SMPN 47 Agus Warsita bahwa pungutan itu adalah keinginan pihak sekolah itu tidak benar.

"Kami tidak ada melakukan pungutan, yang ada itu hanya sumbangan dari wali murid dan sumbangan itu digagas oleh Komite Kelas," ujar Kepala Sekolah SMPN 47 Agus Warsita kepada Tribun, Senin (12/9).

Dijelaskan Kepala Sekolah SMPN 47 Agus Warsita, SMPN 47 baru berdiri dan belajar mengajar sudah berlangsung selama 1 tahun 2 bulan. "Selama ini sekolah kami belum menerima dan BOS dan baru akan menerima Maret 2023," ucap Agus.

Selama 1 tahun 2 bulan itu tambah Agus, sumber pembiayaan tidak ada di sekolahnya dan seluruh biaya operasional sekolah dan juga gaji guru honor ditanggung sendiri olehnya. "Bahkan untuk siswa mengikuti perlombaan juga saya cari sendiri dananya," ungkap Agus.

Saat ini kata Agus lagi, jumlah guru di SMPN 47 Kota Pekanbaru 4 ASN dan 9 guru honor. "Untuk 9 guru honor ini tentunya harus di gaji dan dana BOS untuk membayarkan gaji mereka belum ada. Agar mereka tetap di gaji saya usahakan sendiri," ujarnya.

Merasa tidak kuat karena sudah ratusan juta biaya dikeluarkan untuk sekolah yang dicintainya Agus menyampaikan permasalahannya ke Dinas Pendidikan. "Akhirnya Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menambah 2 guru ASN, kemudian juga mengajukan bantuan CSR ke Bank BRI alhamdulillah dibayarkan untuk 2 guru," ucap Agus.

Tapi karena masih ada 6 bulan lagi menjelang dana BOS cair, tentunya butuh biaya untuk gaji guru honor dan Agus sudah merasa kewalahan mencari biaya gaji guru honor serta biaya kebutuhan sekolah lainnya seprti ATK dan listrik. Akhirnya sekitar sepekan yang lalu ada pertemuan sekolah dengan Komite kelas.

"Dalam pertemuan itulah saya curhat ke wali murid atau komite kelas. Intinya saya menyampaikan keluhan sekolah selama ini dan juga gaji guru honor, karena masih ada 6 bulan lagi dana BOS baru cair," ungkap Agus.

Mendengar itu Komite kelas merasa prihatin, karena wali murid juga merasa memiliki sekolah dan ingin tempat anaknya bersekolah nyaman para Komite kelas sepakat untuk meminta sumbangan kepada seluruh wali murid yang berjumlah 230 murid. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved