Breaking News:

Video Berita

VIDEO: BI dan TPID Riau Perkuat Peran BUMDes Dalam Pengendalian Inflasi Pangan

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengapresiasi komitmen Gubernur Riau, yang mengarahkan TPID Riau untuk mengendalikan inflasi

Penulis: Rino Syahril | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com -  Sejalan dengan penguatan upaya pengendalian inflasi pangan yang didorong melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah, Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau meluncurkan program unggulan optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Provinsi Riau yang diresmikan, Senin (12/9) di Kabupaten Kampar. 

Program pengendalian inflasi daerah tersebut mengoptimalkan peran BUMDes tidak hanya sebagai badan usaha, namun turut berperan dalam menjaga kesinambungan pasokan, serta mengatur efisiensi rantai distribusi untuk komoditas cabai. Dengan program ini, Riau menjadi provinsi pertama di Indonesia yang fokus pada pengembangan peran BUMDes dalam upaya pengendalian inflasi daerah.

Adapun program unggulan lainnya adalah pengembangan budidaya pertanian perkotaan (urban farming) penanaman cabai di lahan pekarangan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Provinsi Riau yang mengedepankan ASN dan KWT sebagai role model masyarakat.

Disamping itu, TPID Riau juga menjalin Kerja sama Antar Daerah (KAD) dengan beberapa BUMD pangan di daerah produsen seperti Deli Serdang, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. 

Atas upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah daerah tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengapresiasi komitmen Gubernur Riau, yang mengarahkan TPID Riau untuk mengendalikan inflasi pangan dalam kerangka GNPIP. 

Menyoroti potensi strategis 1.591 BUMDes di Riau, dimana kurang lebih 200 BUMDes yang bergerak di bidang pertanian dapat digerakkan mendukung optimalisasi budidaya cabai.

“Koordinasi dan kolaborasi erat dari semua pihak yang terlibat, baik dinas PMD selaku pendamping Bumdes, Dinas Pertanian selaku pakar dalam budidaya, Dinas Perindag selaku pengatur pasar dan pihak-pihak lain akan memperkuat terbentuknya ekosistem ini. Untuk itu kami mengajak semua pihak untuk meningkatkan sinergi dalam implementasi upaya pengendalian inflasi," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono kepada Tribun, Senin (12/9).

Selanjutnya Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, Peresmian GNPIP Riau ini merupakan wujud kontribusi Pemerintah untuk menjaga tingkat inflasi melalui penguatan peran dan kinerja BUMDes dalam pemenuhan ketersediaan pasokan di daerah.

Pada Juli 2022 jelas Gubri, tingkat inflasi Provinsi Riau tercatat mencapai angka 7,04 persen. Hal ini menjadikan Provinsi Riau masuk ke dalam lima besar Provinsi tertinggi inflasi di Indonesia, yaitu berada di urutan keempat. Angka ini sudah sangat mengkhawatirkan. 

Peningkatan harga pangan dunia berimbas terhadap peningkatan harga pangan di daerah, terutama pada beberapa bahan pokok. Kenaikan harga beberapa bahan pokok dapat mendorong terjadinya inflasi di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau. "Kenaikan harga kebutuhan pokok adalah persoalan serius. Sistem ketahanan pangan yang tidak terjaga dapat mengancam perekonomian, stabilitas sosial, dan penurunan kualitas hidup manusia, sehingga dapat mendorong terjadinya inflasi," ujar Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved