Breaking News:

Berita Dumai

Bikin Lega, Tak Ditemukan Suspek Ternak PMK di Dumai, 1.175 Sapi Sudah Divaksin Tahap Tiga

Kepala DKPP Dumai Nurzerwan mengungkapkan, vaksin PMK tahap tiga hingga saat ini sudah disuntikkan ke 1.175 ekor sapi di Kota Dumai

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Ilustrasi vaksinasi PMK di Dumai.Tak Ditemukan Suspek Ternak PMK di Dumai, 1.175 Sapi Sudah Divaksin Tahap Tiga 


TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, telah mendapatkan 1.400 vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) tahap tiga.

Vaksinasi pada hewan ternak berkuku belah milik masyarakat, sebagai upaya untuk menghindari wabah PMK.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, Nurzerwan mengungkapkan, untuk vaksin PMK tahap tiga dari kementerian sebanyak 1.400 vaksin, hingga saat ini sudah disuntikkan ke 1.175 ekor sapi di Kota Dumai.

Nurzerwan mengungkapkan, penyuntikan vaksin tahap ke tiga sudah dimulai sejak Selasa (6/9/2022) pekan lalu, dan saat ini Selasa (13/9/2022), masih berlangsung.

"Vaksinasi saat ini DKPP masih mengutamakan kelompok peternak yang berada di binaan DKPP Dumai. Untuk individu belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan dari vaksin itu sendiri," katanya, Selasa (13/9/2022).

Untuk realiasi vaksinasi PMK tahap tiga, Dumai masih terus berlangsung, dan sejauh ini tidak ada kendala dalam proses vaksinasi.

Secara keseluruhan, tambahnya, Dumai membutuhkan sekitar 5.000 vaksin, agar hewan ternak baik milik kelompok maupun masyarakat dapat divaksinasi secara keseluruhan.

Jumalh 5.000 itu hanya terpenuhi untuk hewan sapi atau kerbau saja tidak termasuk kambing, domba dan babi.

"Target utama dilakukan vaksinasi ini adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi hewan ternak, jika ada ditemukan hewan ternak yang terinfeksi PMK, setidaknya penyebaran bisa dihentikan dengan vaksinasi," imbuhnya

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini Tim Satgas PMK terus mengawasi hewan ternak, serta memperketat terhadap lalu lintas keluar masuk hewan berkuku genap atau belah yang sangat rentan terhadap penyakit PMK.

Dirinya menambahkan, bahwa pihaknya tidak menemukan hewan ternak yang memiliki gejala PMK atau Suspek.

"Berdasarkan hasil laporan tenaga kesehatan yang turun ke lapangan untuk memonitoring hewan ternak yang ada di Kota Dumai, tidak ada hewan ternak sapi yang bergejala klinis penyakit PMK, atau suspek," sebutnya.

Nurzerwan menerangkan, langkah pencegahan yang pihaknya lakukan yakni gencar melakukan penyemprotan disinfektan di kandang hewan ternak, sekaligus melakukan monitoring kesehatan hewan.

Bukan hanya itu saja, tambahnya, Tim Satgas PMK Dumai, juga gencar melakukan pengambilan sampel untuk memastikan bahwa hewan ternak berkuku belah aman dari PMK.

Jika ditemukan bisa segera diambil langkah cepat dan akurat, agar penyebaran tidak terjadi.

"Kepada peternak agar selalu waspada dan cepat tanggap terhadap hewan ternaknya, apabila ada gejala mencurigakan terhadap hewat ternak segera laporkan kepada Dokter hewan, atau Dinas terkait," pungkas Nurzerwan.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved