Breaking News:

Berita Siak

Makanan Khas Sakai Antarkan TP PKK Siak Raih Juara II Lomba Cipta Menu B2SA Riau

Ketua TP PKK kabupaten Siak Rasidah Alfedri bersyukur bisa meraih podium pada lomba cipta menu B2SA tingkat Riau

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Ketua PKK Siak Rasidah menerima piala dan piagam juara II lomba B2SA tingkat provinsi Riau dari Ketua PPK Riau Misnarni yang disaksikan Gubri Syamsuar, Selasa (13/9/2022) di Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Ketua TP PKK kabupaten Siak Rasidah Alfedri bersyukur bisa meraih podium pada lomba cipta menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Riau.

Utusan Siak yaitu kecamatan Minas berhasil menyajikan menu khas Suku Sakai.

“Alhamdulillah Siak tetap naik podium juara II pada lomba cipta menu. Utusan Siak memenuhi kriteria dari unsur gizinya yaitu adanya protein hewani dan nabati dalam menu yang ditampilkan,” kata Rasidah, Selasa (13/8/2022).

Rasidah Alfefri menyebut prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, pemikiran dan kerjasama dari rekan-rekan TP PKK Kab Siak. Persiapan dilakukan selama kurang lebih 1,5 bulan sebelum berangkat ke Pekanbaru mengikuti kompetisi ini.

"Kami telah menyiapkan semuanya, kurang lebih 1,5 bulan. Mulai dari pembuatan menu makanannya hingga penamaan menunya, sehingga membuahkan hasil juara dua," kata Rasidah.

Ia menceritakan, ada enam menu makanan siang yang ditampilkan pada ajang lomba tersebut. Mereka memberi nama menu dengan Istana Telang, Rujak Bintang, Talor Gabus Ceria, Dendeng Jantung Pisang, Gulai Satu Memikat, Sup Pemancing Tekak, dan nasi gurih ngaje.

"Kami menampilkan makanan khas Sakai, seperti dendeng jantung pisang yang dicampur ikan gabus. Jadi ada protein hewani dan protein nabatinya, dan ini menarik perharian juri,” kata dia.

Rasidah menuturkan masyarakat Suku Sakai masih menginsumsi makanan -makanan tersebut. Salah satu yang menjadi keunikan dan keistimewaan Suku Sakai adalah kulinernya yang alami. Ia juga mengharapkan makanan khas Suku Sakai bisa diadopsi untuk kebutuhan di rumah tangga.

“Kami juga mengampanyekan kepada masyarakat tentang keanekaragaman pangan, sehingga makan pokok tidak mesti beras melulu, namun terpenuhi keseimbangan gizinya,” kata dia.

Rasidah mengatakan, mendapat juara dalam lomba tersebut bukan tujuan utama. Menjadi juara hanyalah bonus dari proses yang sungguh-sungguh. Tujuan utamanya adalah mengajak masyarakat untuk melestarikan produk pangan lokal non beras dari kecamatan masing-masing di Kabupaten Siak.

"Siak sebagai daerah wisata membuat kami mementingkan ragam kuliner yang sehat, sebab kuliner bagian dari industri wisata. Objek wisata juga harus dilengkapi dengan ragam kuliner dan khas daerah tempatan. Inilah sekarang yang sedang kami perjuangkan sehingga melalui kuliner mengundang wisatawan untuk berdatangan ke Siak,” kata dia. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved