Breaking News:

Berita Rohil

Polisi Gerebek Galian C Ilegal di Rohil, Satu Alat Berat Kedapatan Masih Beroperasi di Lokasi

Polisi gerebek Galian C ilegal di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau, satu unit alat berat diamankan

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Pelaku penambangan ilegal dan barang bukti yang disita Satreskrim Polres Rohil karena meresahkan warga. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, UJUNG TANJUNG - Polisi gerebek Galian C ilegal di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau, satu unit alat berat jenis escavator merk Komatsu PC 200 berwarna kuning terpaksa diamankan Sat Reskrim Polres Rohil.

Karena melakukan penambangan galian C atau tanah urug tanpa izin.

Alat berat ini diamankan di saat sedang melakukan pengisian tanah ke dump truck di wilayah Kepenghuluan Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rohil pada Jumat (9/9/2022) sore lalu.

Dua orang terduga pelaku berinisial S Alias Udin (29) dan S Alias Impong (33) yang berada di lokasi tidak bisa berkutik saat petugas mendapati mereka melakukan aktivitas ilegal.

Galian C tak berizin tersebut sudah sangat meresahkan, sehingga warga melaporkan aktivitas penggalian tanah yang berlokasi di Jalan Nangka ini kepada Personil Satreskrim Polres Rohil.

Demikian diungkapkan Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir AKP Eru Alsepa SIK MH.

Diterangkannya, atas info yang diberikan tersebut dilakukan penyelidikan di lokasi, hasil penyelidikan berhasil mengamankan satu unit alat berat jenis excavator merk Komatsu warna kuning dan 1 unit mobil dump truck berisi tanah timbun.

“Hasil interogasi dan keterangan pelaku, operator berinisial S Alias Impong mengatakan aktivitas penggalian tanah pengelolanya adalah adik kandungnya berinisial S Alias Udin, yang mana aktivitas penggalian tersebut tidak ada memiliki izin,” ujar Kasat Reskrim, Senin (12/9/2022).

Selain barang bukti tersebut, petugas juga mengamankan 1 buah buku catatan penjualan tanah.

Selanjutnya, kedua pelaku beserta barang bukti diamankan ke Polres Rohil guna kepentingan proses hukum lebih lanjut.

“Untuk pasal yang disangkakan yakni Pasal 158 Jo Pasal 35 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” pungkas Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir AKP Eru Alsepa SIK MH.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved