Breaking News:

Puan Maharani Dilaporkan Langgar Kode Etik karena Kejutan Ulang Tahun, Begini Tanggapan MKD

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Habiburokhman menilai, ucapan selamat ulang tahun untuk Puan merupakan hal biasa.

Editor: Sesri
Istimewa
Puan Maharani senyum di saat gedung DPR 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Puan Maharani Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD) DPR buntut kejutan ulang tahunnya di tengah rapat paripurna.

Puan Maharani dilaporkan ke MKD DPR pada Senin (12/9/2022).

Dia dinilai melanggar kode etik. Saat itu di dalam gedung DPR, para wakil rakyat bernyanyi memberikan ucapan selamat untuk Puan. Sementara, pada waktu bersamaan, di luar pagar Kompleks Parlemen ribuan rakyat berdemo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pelapor bernama Joko Priyoski, seseorang yang mengaku sebagai aktivis 98.

Namun Ketua DPP PDI Perjuangan itu justru mendapat pembelaan dari MKD.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD) Habiburokhman menilai, ucapan selamat ulang tahun untuk Puan merupakan hal biasa.

Menurut dia, tidak ada sikap berlebihan yang ditunjukkan oleh anggota dewan maupun Puan dalam momen tersebut.

Baca juga: Ketua DPR RI Puan Maharani Didesak Minta Maaf, Buntut Perayaan Ultah saat Demo Buruh

Baca juga: Giliran Data Puan Maharani yang Diancam Hacker Bjorka, Sindir Ketua DPR Rayakan Ultah Saat Demo BBM

“Setahu saya itu bukan perayaan ulang tahun berbentuk pesta atau sikap bermewah-mewah. Tidak ada makan dan minuman atau atribut sama sekali,” kata Habiburokhman pada wartawan, Senin (12/9/2022).

Habiburokhman menyebut, ucapan selamat ulang tahun itu disampaikan di jeda rapat paripurna, bukan ketika rapat berlangsung.

Politisi Partai Gerindra itu berpandangan, saling memberikan ucapan ulang tahun adalah hal wajar antarsesama rekan kerja.

“Situasinya sama seperti orang biasa yang saling mengucapkan selamat ulang tahun apabila ada kolega yang kebetulan berulang tahun di tempat kerja,” ujarnya.

Sementara, soal Puan yang tidak menemui demonstran, Habiburokhman mengaku, kala itu DPR siap melakukan audiensi.

Namun, hingga sore hari, tak ada pihak pengunjuk rasa yang mengirimkan delegasinya untuk beraudiensi dengan DPR.

"Saya sempat dihubungi oleh petugas untuk menerima pengunjuk rasa, tapi tidak ada kelanjutan sampai sore,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved