Breaking News:

Berita Pelalawan

Terpuruk 6 Hari di Lumpur Sungai Kerinci, Eskavator Long Arm Milik PUPR Pelalawan Berhasil Ditarik

Eskavator jenis long arm itu terperosok di lumpur saat melakukan normalisasi Sungai Kerinci dekat Perkantoran Bhakti Praja sejak Senin pekan lalu

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan memperbaiki alat berat jenis eskavator setelah berhasil ditarik dari dalam lumpur di tepi Sungai Kerinci Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (13/9/2022). Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan memperbaiki alat berat jenis eskavator setelah berhasil ditarik dari dalam lumpur di tepi Sungai Kerinci Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (13/9/2022).

Eskavator jenis long arm itu terperosok di dalam lumpur saat melakukan normalisasi Sungai Kerinci dekat komplek perkantoran Bhakti Praja sejak Senin (6/9/2022) pekan lalu.

Selama enam hari terbenam dalam tanah, berbagai upaya dilakukan Dinas PUPR bersama instansi lain untuk mengeluarkan alat berat itu dari kubangan lumpur.

Proses evakuasinya cukup dramatis dan menjadi tontonan warga sejak pagi hingga sore hari.

Eskavator itu berhasil diangkat pada Minggu (11/9/2022) sore lalu.

"Kita akan perbaiki dulu bagian-bagian yang rusak. Agar segera bisa difungsikan kembali," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Joko Sutiardi ST kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (13/9/2022).

Joko Sutiardi menerangkan, biasanya alat berat yang terjebak dalam air dalam waktu yang cukup lama mengalami kerusakan.

Khususnya pada bagian baterai harus diganti ataupun diperbaiki. Kemudian semua oli musti dikeringkan karena telah bercampur air dan diisi dengan oli baru.

Sedangkan bagian mesin diservis agar bisa dihidupkan kembali dan dioperasikan.

"Intinya diservis dulu semuanya. Sudah normal, baru kita operasikan lagi. Karena long arm cuman 1, satu lagi dipakai untuk memecah beton," paparnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Pelalawan, Latief Busromi ST MT menyebutkan, proses penyelamatan eskavator malang itu berhasil setelah 3 unit eskavator bersama-sama menarik dari dalam lumpur.

Dua unit eskavator kecil milik Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) dan satu unit eskavator amphibi telah dikerahkan sejak hari kedua insiden.

Tanah di sekeliling tepi Sungai Kerinci ditimbun terlebih dahulu kemudian diberikan gabungan atau jalan menggunakan batang pohon sawit.

"Personil Damkar juga ikut membantu menyedot lumpur dan air di sekitarnya. Barulah bisa keluar dari dalam," tuturnya.

Alat tersebut masih diletakan di tepi Sungai Kerinci dalam rangka perbaikan oleh teknisi dan operator.

Semua bagian yang rusak diganti ataupun diperbaiki hingga bisa dioperasikan.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved