Breaking News:

Berita Pelalawan

Babi Hutan Tak Ditemukan, Harimau Penyerang 2 Pekerja HTI di Pelalawan Diduga Kekurahan Makanan

Dari penelusuran tim BBKSDA, tak pernah bertemu babi hutan. Bahkan jejaknya juga tidak ada, diduga harimau serang manusia karena kekurangan makanan

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Tim BBKSDA Riau melakukan mitigasi konflik harimau sumatera dengan pekerja di areal HTI PT Peranap Timber Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. 

 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menduga harimau sumatera kekurangan pakan hingga menyerang dua pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di areal PT Peranap Timber Desa Serapung, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dalam jarak satu bulan.

Hal itu berdasarkan hasil mitigasi tim BBKSDA Riau yang dikirim ke lokasi serangan harimau sumatera di konsesi HTI PT Peranap Timber.

Dua kali serangan terjadi di dalam satu hamparan yakni pada 19 Agustus lalu pekerja bernama Seha Sopiana Manik (44) tewas mengenaskan setelah diterkam harimau.

Kemudian pada 3 September lalu korban bernam Nihar (41) mengalami luka serius akibat cakaran dan gigitan binatang buas itu.

Jarak lokasi serangan pertama dan kedua hanya 2 Kilometer dan masih di hutan akasia yang sama.

"Dari penelusuran tim yang kita kirim, tak pernah bertemu dengan babi hutan. Bahkan jejaknya juga tidak ada dijumpai. Kita menduga harimau itu kekurangan pakan," tutur Kepala BBKSDA Riau, Genman S Hasibuan melalui Kabid Wilayah I Andri Hansen Siregar kepada Tribunpekanbaru.com Rabu (14/9/2022).

Andri Hansen menyebutkan, BBKSDA sudah mengirimkan dua tim secara bergantian untuk melakukan mitigasi konflik satwa langka itu dengan pekerja HTI.

Baik tim pertama maupun kedua, tak pernah bertemu dengan babi hutan di lokasi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved