Breaking News:

Berita Riau

Kriminolog: Segera Ungkap Kasus Mayat dalam Mobil di Basement DPRD Riau, Bunuh Diri atau Pembunuhan

Kriminolog dan Dosen Pascasarjana FH UIR angkat bicara soal kasus mayat wanita yang ditemukan dalam mobil di parkiran basement Kantor DPRD Riau.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Istimewa
Kriminolog dan Dosen Pascasarjana FH UIR angkat bicara soal kasus mayat wanita yang ditemukan dalam mobil di parkiran basement Kantor DPRD Riau. FOTO: DR Kasmanto Rinaldi SH MSi, Kriminolog dan Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DR Kasmanto Rinaldi SH MSi, Kriminolog dan Dosen Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR), angkat bicara soal kasus mayat wanita yang ditemukan dalam mobil di parkiran basement Kantor DPRD Riau.

Diungkapkan Kasmanto, dalam kajian kriminologi, dikenal istilah no crime is perfect (tidak ada kejahatan yang sempurna, red).

Dalam artian lain, pasti ada celah atau petunjuk dalam setiap kejahatan yang terjadi.

Kasmanto mengungkapkan, dalam kasus ini, memiliki dua kemungkinan yakni dibunuh atau bunuh diri.

"Akan sangat jelas bedanya pembunuhan dengan kejadian bunuh diri. Salah satu dugaan ini bisa dilihat juga dari hasil visum terhadap yang meninggal," kata Kasmanto, Rabu (14/9/2022).

Menurut Kasmanto, sebenarnya dari hasil visum luar sudah bisa mengarahkan pada kejadian yang sesungguhnya, namun untuk memastikan kebenarannya harus dilakukan dengan pemeriksaan autopsi.

"Selain dari kondisi lidah jenazah ketika ditemukan, tanda-tanda kekerasan atau memar di daerah kepala dan bagian tubuh lainnya. Sejatinya jika itu ditemukan, potensi bunuh diri semakin kecil adanya," ucap dia.

Kasmanto menerangkan, selain itu, sejatinya dalam kasus pembunuhan juga memiliki karekteristik yang berbeda dari kejahatan konvensional lainnya.

Perbedaan itu antara lain dilihat dari potensi pelaku, interaksi pelaku dan korban serta modus perbuatannya.

Ia menuturkan, untuk kasus pembunuhan, sangat bisa ditelusuri dari interaksi korban dengan orang-orang yang dekat dengan korban, baik secara fisik maupun secara verbal. Alat komunikasi bisa sebagai salah satu petunjuk dalam hal ini.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved