Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Sah, Usai Hearing Komisi II DPRD Serahkan Rekomendasi ke Pemko Pekanbaru Soal Pasar Bawah

Surat rekomendasi terkait Pasar Bawah diserahkan Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Dapot Sinaga SE kepada Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Hutasuhut

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi
Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Dapot Sinaga SE (kiri) menyerahkan rekomendasi tentang Pasar Wisata Pasar Bawah Pekanbaru, kepada Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, di dampingi staf, di sela-sela hearing, Rabu (14/9/2022) di ruang Banmus. 

Setelah itu, Pemko melakukan audit. Hasilnya ada beberapa item temuan, yang harus dipertanggung jawabkan PT Dalena Pratama Indah.

PT Dalena sudah menjawab surat Pemko, pada tanggal 11 April 2022, bahwa PT Dalena menyanggupi semua temuan tersebut.

Namun PT Dalena meminta dikonversikan dengan uang untuk kas daerah. Tapi belum selesai, karena masih di audit.

"Sampai di sini proses pertama selesai. Harus kita ketahui, Pasar Bawah ini aset Pemko yang diamanahkan masyarakat," terang Ingot.

Selanjutnya proses kedua sebelum kontrak kerjasama habis dengan PT Dalena, tahun 2021, Disperindag sudah melakukan kajian terhadap pemanfaatan Pasar Bawah dan Pasar Sail.

Untuk Pasar Bawah ini merupakan icon Kota Pekanbaru, yang harus dikelola profesional.

Selanjutnya, dilakukan proses tender yang mengacu pada aturan berlaku.

Proses dilakukan secara transparan, bahkan diumumkan di media nasional dan media lokal.

Setelah ditetapkan pemenang tanggal 7 Juni 2022 kepada PT Ali Akbar Sejahtera, setelah menang, ada proses negosiasi dan dituangkan dalam kerja sama dan kontrak.

"Hasil ini kami laporkan ke Pak Pj Wali Kota, dan Pak Pj Wali Kota dengan kehati-hatian mempelajarinya. Sampai sekarang kita masih menunggunya. Selama proses tender tak ada sanggah dan masalah," tegasnya seraya menyebutkan, proses ini nanti akan menjadikan PAD bagi Pemko, setelah teken kontrak maka Pemko mendapatkan uang retribusi dari pemenang lelang Rp 670 juta.

Selanjutnya, Kabid Pasar Disperindag Pekanbaru Hendra menambahkan, bahwa hingga saat ini, tidak ada dalil yang menyebutkan proses tender lelang menyalahi aturan.

Sebab semuanya dilakukan sangat terbuka.

Hebatnya lagi, proses kerjasama Pasar Bawah , sudah menjadi role model di Indonesia, di luar Jawa dan Bali.

Sudah banyak daerah yang belajar ke Pekanbaru proses lelang seperti ini, terutama daerah di Pulau Sumatera.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved