Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Lockdownnya China Jadi Faktor Turunnya Harga TBS di Riau Periode 14-20 September 2022

Lockdown yang diberlakukan China memberikan pengaruh pada turunnya harga TBS di Riau.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
Istimewa
Lockdown yang diberlakukan China memberikan pengaruh pada turunnya harga TBS di Riau. Foto Ilustrasi - Tanki CPO 

TRIBUNPEKANBARU.COM - China memberlakukan lockdown yang pengaruhnya berdampak pada turunnya harga TBS di Riau.

Dari analisa Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi turunnya harga TBS di Riau pekan ini tidak lepas dari anjloknya harga CPO dunia.

Kemudian lockdown beberapa daerah di China sehingga China mengurangi pembelian CPO karena China pembeli terbesar kedua setelah India.

Selain itu, berlimpahnya stok CPO juga menyebabkan turunnya harga tandan buah (TBS) kelapa sawit karena menekan pasar.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan turunya harga TBS di Riau periode ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal turunnya harga TBS di Riau periode ini jelas Defris, disebabkan oleh terjadinya kenaikan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V menjual CPO dengan harga Rp 10.899,00 per kilogram dan mengalami penurunan harga sebesar Rp 401,50 per kilogram dari harga minggu lalu, Sinar Mas Group menjual CPO dengan harga Rp. 10.928,98 per kilogram dan mengalami penurunan harga sebesar Rp 208,74 per kilogram dari harga minggu lalu. Astra Agro Lestari Group menjual CPO dengan harga Rp 10.899,00 per kilogram dan mengalami penurunan harga sebesar Rp 131,00 per kilogram dari harga minggu lalu. Asian Agri Group menjual CPO dengan harga Rp 9.616,00 per kilogram dan mengalami penurunan harga sebesar Rp 1.097,43 per kilogram dari harga minggu lalu. PT. Citra Riau Sarana menjual CPO dengan harga Rp 10.801,00 per kilogram dan mengalami penurunan harga sebesar Rp 500,00 per kilogram dari harga minggu lalu. PT. Musim Mas tidak melakukan penjualan CPO minggu ini," ujar Defris kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (13/9/2022).

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PTPNV, Sinar Mas Group dan Musim Mas tidak melakukan penjualan pada minggu ini.

Astra Agro Lestari Group menjual Kernel dengan harga Rp 6.711,71 per kilogram dan mengalami kenaikan harga sebesar Rp 252,25 per kilogram dari harga minggu lalu. Asian Agri Group menjual Kernel dengan harga Rp 6.376,00 per kilogram mengalami kenaikan harga sebesar Rp 144,00 per kilogram dari harga minggu lalu. PT. Citra Riau Sarana menjual Kernel dengan harga Rp 6.750,00 per kilogram dan mengalami kenaikan harga sebesar Rp 220,00 per kilogram dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal turunnya kata Defris lagi, disebabkan harga minyak kelapa sawit dunia (Crude Palm Oil/CPO) dibayangi sentimen negatif sepanjang pekan ini.

Terkoreksinya CPO disebabkan oleh prospek pasokan CPO dunia yang meningkat, sementara China yang merupakan pembeli terbesar kedua setelah India, masih memberlakukan pembatasan aktivitas (lockdown).

Tidak hanya itu tambah Defris, harga CPO terbebani oleh harga minyak kedelai yang anjlok.

"Refinitiv Commodities Research dalam risetnya menilai bahwa stok minyak sawit yang tinggi dan produksi musiman yang lebih kuat dari negara-negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia menghasilkan pasokan CPO global yang berlimpah, sehingga menekan pasar,"

Peningkatan prospek pasokan global dari minyak biji matahari dan minyak kedelai juga merupakan faktorbearish.

Harga CPO juga kerap dipengaruhi oleh harga minyak saingan seperti minyak kedelai karena mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar.

"Sepanjang pekan harga minyak kedelai di Dalian anjlok 2,16 persen ptp, sedangkan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade jatuh 1,75 persen ptp," paparnya.

Pasar global juga tengah mengawasi situasi Covid-19 di China karena penguncian atau lockdown mengganggu permintaan akan CPO. Diketahui, China sedang melakukan penguncian di Chengdu, ibu kota provisi Sichuan sejak 1 September 2022. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved