Breaking News:

Berita Riau

Tarif Baru Tak Hanya Dikeluhkan Konsumen, Driver Ojek Online Merasa Potongan Aplikator Terlalu Besar

driver ojek online di Pekanbaru mengatakan, hal lainnya yang membebani pihaknya adalah soal pemotongan dari aplikator

Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
tribun jateng
Ilustrasi driver ojek online. Driver ojek Online di Pekanbaru merasa potongan aplikator terlalu besar. 

 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setelah ditetapkan tarif baru untuk angkutan ojek online beberapa hari lalu, para pengendara merasakan dampak yang cukup berat.

Pasalnya, setelah adanya ketetapan baru tersebut, jumlah peningkatan tidak begitu sebanding dengan kenaikan BBM, yang menjadi pengeluaran rutin bagi mereka.

Kenaikan tarif tersebut juga mesti dibagi juga dengan platform digital.

Afdal, satu di antara driver ojek online mengatakan, hal lainnya yang membebani pihaknya adalah soal pemotongan dari aplikator.

"Sebenarnya tidak sesuai. Malahan kalau dihitung-hitung, tidak sebanding dengan peningkatan ongkos sebelumnya, mengingat BBM subsidi cukup tinggi naiknya," kata Afdal kepada Tribunpekanbaru.com Rabu (14/9/2022).

Dikatakannya, angka kenaikan sebenarnya sudah cukup bagus, namun karena banyaknya pemotongan pihaknya hanya bisa pasrah.

"Kalau dengan kondisi sekarang bukannya semakin bertambah biaya jasa yang diterima, justru makin berkurang rasanya, karena pegeluaran kita juga makin banyak. Selain BBM subsidi naik, juga harga kebutuhan sehari-hari turut naik," ujarnya.

Pernyataan senada juga juga dikatakan driver ojek online di Pekanbaru, Robi.

Dari ojek kendaraan roda dua yang ia gunakan, sebelumnya sebenarnya tidak begitu banyak peningkatan, selain BBM naik, harga kebutuhan pokok.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved