Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Jendral Dudung Pada Effendi Simbolon: Jangan Sok Tahu dan Asal Bicara

"Jadi jangan sok taulah yang tidak mengerti apa apa jangan merasa paling benar sendiri, paling hebat dan paling mulia sendiri. Harus secara

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menepis isu hubungan antara dirinya dengan Panglima TNI Jenderal Andhika Perksa tidak harmonis seperti yang disampaikan Anggota DPR RI Effendi Simbolon beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapnya saat melakukan kunjungan di Kecamatan Bathin Solapan Bengkalis, Rabu (14/9).

Menurut dia bahkan sampai saat ini TNI angkatan darat masih tetap solid. Jika pun ada perselisihan sedikit antara dirinya dengan Panglima TNI itu merupakan hal biasa.

"Berbedaan perbedaan pendapat itu biasa antara pejabat lama dan pejabat baru. Siapapun mungkin bupati dan wakil bupati ada yang berbeda itu hal yang biasa," terang Jenderal Dudung.

Secara umum TNI angkatan darat sampai saat ini masih tetap solid. Bahkan pihaknya sampai saat ini masih menjalankan perintah pimpinan.

"Kegiatan hari ini terkait program ketahanan pangan merupakan kegiatan TNI. TNI angkatan darat melakukan program ketahanan pangan yang merupakan salah satu dari perintah Panglima TNI jadi tidak ada masalah.

"Jadi jangan sok taulah yang tidak mengerti apa apa jangan merasa paling benar sendiri, paling hebat dan paling mulia sendiri. Harus secara komprehensif kalau menerima laporan, menerima ungkapan, tidak serta merta ditelan begitu saja ini bisa berbahaya," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI Dudung Abdurachman meyakini peryataan Anggota DPR RI Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan tidak mewakili anggota dewan.

Bahkan pernyataan tersebut dinilainya juga tidak mewakili partainya. Sebab selama ini PDI Perjuangan sangat dekat dengan TNI angkatan Darat dan wong cilik.

Hal ini diungkap Jenderal bintang empat angkatan darat usai melakukan kunjungan Kerja di Bengkalis, Rabu (14/9) siang. Pernyataan Effendi Simbolon yang menyebutkan TNI seperti gerombolan melebihi Ormas sangat menyakitkan bagi anggota TNI.

"Kalau tidak tahu, tidak paham bukti sebenarnya jangan asal bicara. Karena itu menyakitkan bagi kami," terang Dudung.

Pihaknya menekankan seluruh prajurit banyak yang menyampaikan kemarahannya melalui media sosial, untuk menghentikan kemarahannya. Karena Effendi Simbolon hari ini sudah minta maaf.

"Hari ini saya dengar effendi Simbolon hari ini akan press konfren dan minta maaf," terangnya.

Kasad juga mengatakan, Effendi sebagai anggota dewan memilik hak konstitusional dalam memaparkan pendapat. Tetapi pihaknya sebagai TNI angkatan darat punya kehormatan dan harga diri yang tidak boleh diganggu.

"Kami TNI angkatan darat menjalankan tugas baik di daerah operasi maupun tugas tugas lain membantu rakyat sangat luar biasa dengan pernyataan tersebut tentu menyakitkan bagi kami, saya sudah lama bertugas di daerah operasi," tandasnya.

(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved