Breaking News:

Berita Pelalawan

Kejari Pelalawan Eksekusi Terpidana Persetubuhan Anak Dibawah Umur, Delifati Divonis 5 Tahun

Terpidana Delifati diamankan Tim Kejari Pelalawan di Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan sekitar pukul 12.00 wib.

Penulis: johanes | Editor: Sesri
Tribunpekanbaru.com/Johanes
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan eksekusi seorang terpidana persetubuhan anak di bawah umur atas nama Delifati Lawolo (42), berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) pada Kamis (15/9/2022) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan melalukan eksekusi terhadap seorang terpidana persetubuhan anak di bawah umur atas nama Delifati Lawolo (42).

Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) pada Kamis (15/9/2022) lalu.

Terpidana Delifati diamankan Tim Kejari Pelalawan di Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan sekitar pukul 12.00 wib.

Pria tersebut terlibat tindak pidana melakukan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya.

Sebagimana diatur dan diancam dalam Pasal 81 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan anak.

"Terpidana Delifati berhasil kita eksekusi sesuai putusan MA. Langsung diantar ke Rutan Kota Pekanbaru," terang Kepala Kejari Pelalawan Mohammad Nasir SH MH melalui Kasi Intelijen FA Huzni SH kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Babi Hutan Tak Ditemukan, Harimau Penyerang 2 Pekerja HTI di Pelalawan Diduga Kekurahan Makanan

Baca juga: Waduh, Serapan APBD Pelalawan Masih 44 Persen Hingga September Ini, BPKAD Minta OPD Lakukan Ini

Huzni menerangkan, Delifati Lawolo Alias Ama Jaya berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 3847K/Pid.Sus/2021 pada tanggal 21 Desember 2021.

Dalam amarnya, hakim agung menyatakan Delifati Lawolo Alias Ama Jaya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau melakukan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya.

Atas perbuatan bejatnya itu,lanjut Huzni, terpidana Delifati divonis dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan pidana denda sejumlah Rp 60 Juta. Apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

"Yang bersangkutan menjalani hukuman di Rutan Sialang Bungkuk. Sesuai prosedur, ia menjalani swab Covid-19 dan dimasukkan ke sel," tutur Huzni.

Delifati diamankan oleh Tim dari jaksa eksekutor Pidana Umum (Pidum) dibantu oleh Tim Tangkap Buron Tabur) Kejaksaan Negeri Pelalawan.

Tim dipimpin oleh Kasi Pidum Niki Junismero SH MH, bersama personil lainnya Rahmat Hidayat SH, Senator Boris Panjaitan SH petugas lainnya.

( Tribunpekanbaru.com /Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved