Breaking News:

T20 Indonesia Summit 2022, APRIL Gunakan Energi Terbarukan untuk Operasional

Salah satu perusahaan yang berkomitmen kuat mendukung upaya pemerintah ini adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang merupakan bagian APRIL

Editor: Sesri
ISTIMEWA
Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper, unit usaha APRIL Group, Sihol Aritonang menjadi salah satu panelis dalam Parallel Session Think20 (T20) Indonesia Summit 2022, Nusa Dua, Bali, Senin (5/8/2022) baru-baru ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM – Indonesia tengah memegang presidensi Group of Twenty (G20). Berbagai upaya dan pertemuan lintas negara dilakukan untuk merampungkan isu-isu prioritas global salah satunya isu pengendalian perubahan iklim.

Dibantu kelompok Think20 (T20), diharapkan mampu memberi solusi terbaik dari permasalahan dunia saat ini. Lead Co-Chair T20 Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan peran T20 semakin penting di tengah pemulihan ekonomi yang tidak merata dan isu lainnya.

“Posisi T20 sangat penting dalam memastikan masalah yang ingin diselesaikan para pemimpin G20. Kebijakan yang direkomendasikan T20 bisa jadi bekal untuk pemahaman isu-isu penting, karena ditopang analisis akademis yang kuat,” jelasnya.

T20 adalah lembaga resmi bagian dari Presidensi G20 yang menjadi wadah pemikiran dan riset isu-isu terkini dari banyak pakar dan peneliti di seluruh dunia.

Ada 5 rekomendasi yang dihasilkan T20 Indonesia, yakni mendorong pemulihan dan ketahanan, mempercepat kemajuan menuju net zero emission, mengatur transformasi menuju masyarakat digital, kemudian menjadikan ekonomi lebih inklusif dan berpusat kepada rakyat serta yang terakhir, menghidupkan kembali tata kelola global.

“Isu global seperti pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan transformasi digital membutuhkan tindakan kolektif. Selain itu, perlu dipastikan komitmen dari semua pemerintah dan pemangku kepentingan,” ungkap mantan Menteri Ristek/Dikti ini.

Terkait perubahan iklim, Indonesia mempunyai target menurunkan 29 persen emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 dan mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, atau lebih cepat. Oleh karena itu, Indonesia harus bisa mencegah kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi secara global tidak lebih dari 1,5 derajat celcius.

Tuntutan dan tekanan untuk mencapai target itu sangat besar. Maka, pemerintah mengupayakan agar tercapai dengan usaha sendiri, maupun bantuan dari internasional.

Tak terkecuali peran serta pihak swasta di tanah air yang akan mendorong lebih cepat tercapainya target itu. Investasi hijau dan transisi energi adalah dua hal yang sangat mendukung percepatan tujuan tersebut.

Salah satu perusahaan yang berkomitmen kuat mendukung upaya pemerintah ini adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang merupakan bagian dari Asia Pacific Resources International Limited (APRIL).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved