Breaking News:

Tak Lagi Percaya dengan Penyidik Polisi, Kamaruddin Minta Penyidik Diganti dari TNI

Ia menyebut ada personel dari Provost berinisial S dan hingga kini belum jadi tersangka.

Tribunnews / Jeprima
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, korban peristiwa baku tembak antar anggota Polisi di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak dan Johnson Panjaitan saat tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/7/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Beredar narasi adanya upaya penyelamatan perwira Polri dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Dugaan itu dijelaskan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.

Secara gamblang, Dia mengatakan ada dua sosok perwira Polri yang akan diselamatkan.

Yakni Mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto dan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit.

Kedua nama itu disebut Kamaruddin masuk dalam upaya penyelamatan.

Kamaruddin mengatakan upaya penyelamatan dilakukan dalam konteks tak ditetapkannya mereka sebagai tersangka.

Hal itu merujuk dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Kamaruddin mengaku, permyataan tersebut diperoleh dari intelijen.

"Saya mendapat laporan dari intelijen bahwa ada program penyelamatan, salah satu untuk Kapolres Jakarta Selatan dan Kasatreserse-nya (Polres Jakarta Selatan)," Ujar Kamaruddin Simanjuntak pada Kamis (15/9/2022).

"Jadi yang dikorbankan di sini antara lain Wadirkrimum Polda Metro."

"Dir (Dirkrimum Polda Metro Jaya -red) tidak (jadi tersangka), Kapolda (Metro Jaya) tidak (jadi tersangka)," imbuh Kamaruddin.

Kamaruddin pun mencontohkan sosok lain yang diselamatkan dari keterlibatan dalam kasus ini.

Ia menyebut ada personel dari Provost berinisial S dan hingga kini belum jadi tersangka.

Padahal, menurut Kamaruddin, personel itu disebut sebagai orang yang mengambil kartu ATM, ponsel, laptop, dan barang lainnya milik Brigadir J.

"Jadi artinya ada program-program penyelamatan diantara mereka ini.'

"Jadi ada negosiasi, siapa yang akan dikambing hitamkan, siapa yang akan dijadikan tersangka," ujarnya.

Atas dasar ini, Kamaruddin meminta agar penyidik diganti dari TNI.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved