Breaking News:

Berita Pekanbaru

Jenis Pelanggaran ETLE Terbanyak di Pekanbaru Tidak Menggunakan Sabuk Keselamatan, Ini Rinciannya

Tidak menggunakan sabuk pengaman adalah jenis pelanggaran ETLE terbanyak di Pekanbaru.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Dodi Vladimir
Tidak menggunakan sabuk pengaman adalah jenis pelanggaran ETLE terbanyak di Pekanbaru. Foto: Kamera Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau Tilang Elektronik di Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tidak menggunakan sabuk pengaman adalah jenis pelanggaran ETLE terbanyak di Pekanbaru.

Jenis pelanggaran terbanyak yang terjaring lewat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Pekanbaru, adalah tidak menggunakan sabuk keselamatan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau Kombes Pol Firman Darmansyah melalui PS Kasubdit Gakkum Kompol Irnanda Oktora mengatakan, jumlah pelanggar mulai dari 25 Maret 2021 hingga 14 September 2022, berjumlah 10.115.

Jenis pelanggaran terbanyak, yakni tidak menggunakan sabuk keselamatan sebanyak 5.266, tidak menggunakan helm 3.135.

"Lalu melanggar APIL sebanyak 1.393, menggunakan handphone saat berkendara 301 dan bonceng tiga sepeda motor sebanyak 4," kata Kompol Irnanda.

Ia menuturkan, jumlah pengendara mobil yang melakukan pelanggaran, berjumlah 6.960 dan sepeda motor 3.139.

Penegakan hukum dengan ETLE atau tilang elektronik, sudah mulai dilakukan bagi para pelanggar lalu lintas di Kota Pekanbaru.

Paara pengendara yang melakukan pelanggaran di Kota Bertuah, akan terpantau oleh kamera ETLE yang terpasang di 4 titik.

Diantaranya di Jalan Imam Munandar (depan Hotel Alpha), Jalan Tuanku Tambusai (depan Mal Living World), dan di Jalan HR Subrantas (Simpang Tabek Gadang).

Di tiga titik ini, akan dipantau pelanggar yang tidak menggunakan helm, tidak menggunakan safety belt, dan menggunakan handphone.

Sementara itu satu titik lagi, yaitu Jalan Jenderal Sudirman (depan Mapolda Riau lama). Di titik ini, akan dipantau pelanggar yang melanggar alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) dan marka jalan.

Sistem ETLE atau tilang elektronik ini dluncurkan pada Selasa (23/3/2021) lalu. Pasca launching, dilaksanakan sosialisasi selama 1 bulan. Setelah itu, petugas mulai melakukan penegakan hukum.

ETLE adalah penegakan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknologi informasi, dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera atau alat yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran.

Sistem ini pun dapat menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis, atau automatic number plate recognition.

Untuk diketahui, adapun jenis pelanggaran yang bisa ditangkap oleh kamera ETLE ini, yaitu pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, melanggar rambu atau marka jalan, hingga kendaraan yang melebihi batas kecepatan.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved