Breaking News:

Berita Riau

Kasus DBD di Riau Diperkirakan Terus Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada dan Lakukan Antisipasi

Diperkirakan kasus DBD di Riau diperkirakan akan terus meningkat bahkan telah memakan korban jiwa hingga 10 orang

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Istimewa
Diperkirakan kasus DBD di Riau diperkirakan akan terus meningkat bahkan telah memakan korban jiwa hingga 10 orang. FOTO: Tim dari Dinas Kesehatan Pekanbaru melakukan fogging atau pengasapan di satu kawasan Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Diperkirakan kasus DBD di Riau diperkirakan akan terus meningkat.

Meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Riau yang bahkan memakan korban jiwa hingga 10 orang, diharapkan masyarakat waspada dan melakukan antisipasi sedari dini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin mengatakan, pihaknya menanggapi serius persoalan ini, bahkan saat ini pihaknya sudah mengirimkan surat ke Dinas Kesehatan kabupaten kota.

"Kami sudah surati Dinkes di kabupaten kota untuk menindaklanjuti persoalan ini disiapkan daerah. Tidak boleh dilalaikan, karena ini cukup berbahaya," kata Zainal kepada Tribun saat ditemui di pelantikan PERSI Riau di Hotel Pangeran, Sabtu (17/9/2022).

Diakui Zulkifli, diprediksi akan ada peningkatan kasus dalam beberapa bulan kedepan, terutama bulan Oktober dan November 2022 mendatang, pasalnya masa itu masih dalam musim hujan di Provinsi Riau.

"Diprediksi akan ada kenaikan Oktober dan November, maka dari itu kita sudah lakukan koordinasi dengan kabupaten kota untuk antisipasi kenaikan tersebut dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang gerakan 3M, yakni menguras bak mandi, menimbun barang bekas, dan menutup tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat bersarang nyamuk demam berdarah," terangnya.

Oleh karena itu, dikatakannya pihak Puskesmas juga harus konsisten untuk rutin lakukan pencegahan, sebagai pihak yang terdekat dengan masyarakat.

"Selain itu, fogging atau pengasapan itu sangat efektif sekali. Yang penting jangan sampai ada telur dan jentik nyamuk, karena mereka akan terus berkembang biak ketika ada potensi," tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved