Breaking News:

Berita Siak

Kiprah Sanggar Sekayuh Sehati Perjuangkan Seni Tradisi Melayu, Pernah Tampil di Malaysia

Pegiat seni tradisi Melayu Siak terus mencari jalan lebar di tengah lajunya teknologi yang memengaruhi pola hidup masyarakat.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Lima penari sanggar Sekayuh Sehati latihan di kampung Benteng Hulu, kecamatan Mempura, kabupaten Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pegiat seni tradisi Melayu Siak terus mencari jalan lebar di tengah lajunya teknologi yang memengaruhi pola hidup masyarakat.

Meski tertatih-tatih, mereka tetap berjuang untuk menggapai asa bahwa mereka layak diapresiasi.

Hal tersebut dilontarkan pendiri sekaligus ketua sanggar Sekayuh Sehati, Siak Winda Harniati. Ia mengalami proses pelik untuk membesarkan samggar ini sejak didirikan 2009 lalu. Namun demikian, kiprah sanggar yang dipunggawai kebanyakan siswa SMP ini tidak bisa diremehkan begitu saja.

“Kami baru saja tampil di Festival Payung Indonesia (Fespin) di Solo, 2 September 2022 lalu. Beratnya perjuangan untuk memenuhi undangan panitia ke Solo sudah biasa kami rasakan sebagaimana pada iven-iven luar daerah sebelum-sebelumnya,” kata Winda saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com, Jumat (16/9/2022).

Ia menceritakan, penampilannya di panggung Fespin 2022 Solo membawa inspirasi untuk bisa tampil di panggung-panggung lebih besar. Ia mengutarakan sedang mencari jalan pada iven kebudayaan di luar negeri, seperti di Eropa, Amerika atau Korea.

“Event Fespin rasanya memberi jalan kepada kami untuk mencoba menembus event kebudayaan yang mendunia, terus terang, kami ingin keliling Eropa, pergi ke Turki dan juga Korea,” kata Winda.

Pertunjukan yang dipersiapkan untuk itu tidak jauh-jauh dari tari tradisi, tari kreasi serta sentuhan musik kompang, sebagai seni tradisi Melayu Siak. Demi memenuhi asa itu, sejak sanggar ini didirikan, Winda telah menjadikan rumah pribadinya sebagai base camp bagi anak-anak untuk berlatih.

“Ya, latihan di rumah saya, hampir setiap malam. Sesekali kami latihan di sekolah (SMPN 1 Mempura), kadang di panggung lapangan Siak Bermadah atau sesekali di Rumah Baca Perpustakaan,” kata Winda.

Anggota aktif di sanggar ini lebih kurang 50 orang. Di antaranya ada penari, pemusik, pemain kompang dan yang mengurusi manajemen, perlengkapan dan peralatan. Anak-anak dari sanggar ini juga telah menunjukkan kiprahnya di kabupaten Siak.

Penampilan mereka di panggung Fespin 2022 ditempuh setelah lulus seleksi. Sanggar Sekayuh Sehati ini satu-satunya kelompok seni dari Riau yang berhak tampil di Fespin 2022 tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved