Breaking News:

Berita Siak

Sosialisasi P4GN di SMAN 1 Siak, Siswa Jadi Tahu Bahaya Narkotika dan Sanksi Hukumnya

Bupati Siak Alfedri membuka sosialisasi P4GN di SMAN 1 Siak, Rabu, program Kesbangpol Siak.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Bupati Siak Alfedri membuka sosialisasi P4GN di SMAN 1 Siak, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri membuka sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap dan Prekursor Narkotika (P4GN) di SMAN 1 Siak, Rabu (14/9/2022).

Kegiatan itu merupakan program Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Siak yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak, Dinas Kesehatan Siak, Polres Siak dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Siak.

Selain Bupati, kegiatan itu dihadiri masing-masing perwakilan instansi terkait dan disambut Kepala SMAN 1 Siak Indoto dan jajaran. Sedangkan audiensnya ratusan siswa dari sekolah itu.

“Narkotika adalah musuh semua negara, musuh semua agama, dan musuh semua orang. Jangan coba-coba terlibat dengan peredaran dan penyalahgunaannya, karena itu bertentangan dengan hukum negara dan hukum agama, serta bertentangan dengan kesehatan dan ekonomi kita,” kata Bupati Siak Alfedri.

Ia menyebut, tujuannya melaksanakan kegiatan itu untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada para siswa dan siswi agar paham, mengetahui jenis, bahaya, narkotika serta tahu sanksi pidana bagi pelakunya. Memberikan pengetahuan tentang sanksi hukum dan akibat dari narkotika itu diharapkan siswa-siswi tidak terpengaruh dengan barang haram itu nantinya.

“Kami ingin siswa dan siswi mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap betapa buruknya akibat yang ditimbulkan oleh pelaku Narkoba. Jangan hanya takut karena aturan semata, tetapi harus sadar bahwa ini membahayakan dan bisa merenggut masa depan,” kata dia.

Sasaran utama sosialisasi P4GN adalah pelajar. Sebab menurut Alfedri, pelajar berada pada usia remaja yang sangat labil dan mudah sekali dipengaruhi oleh hal-hal baru baginya. Padahal pengaruh dari sesuatu yang baru itu bisa mencelakakan. Pengaruh itu bisa datang dari lingkungan tempat tinggal atau dari lingkungan sekitar sekolah atau pergaulan sehari-hari.

”Kegiatan penyuluhan ini sangat positif bagi para siswa untuk memahami bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda dan cara pencegahannya. Jadi siswa harus memahami betul agar tidak gampang juga ditipu oleh pelaku jahat Narkotika di luar sana,” ungkap Alfedri.

Ia menyampaikan, pengetahuan tentang bahaya dari Narkoba sangat penting diketahui sejak dini agar mereka tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan dan moralnya di masa depan. Sebab secara faktual, kata Alfedri, banyak remaja bahkan dari kalangan terpelajar yang terjerumus dan jadi korban penyalahgunaan Narkotika.

“Pesan kami untuk para siswa untuk menjauhi narkoba dan jangan pernah mencoba atau mengedarkan narkoba, karena selain sanksi hukum juga ada sanksi sosial serta merusak diri. Jangan berdekatan dengan orang-orang pecandu narkotika yang tidak memperdulikan aturan hukum, agama dan kesehatannya sendiri,” katanya.

Alfedri menambahkan, sosialisasi ini akan terus berlanjut guna memberikan pemahaman bagi para pelajar. Harapannya agar pelajar di Siak ini terbebas dari Narkotika.

Dia berpesan, sebagai generasi muda harus menjadi anak yang berguna bagi diri sendiri, orang tua serta bangsa dan negara. Siswa didorong untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi kelak.

“Saya berharap anak-anak pelajar untuk rajin belajar dan mempersiapkan diri meraih cita-cita. Jangan ragu untuk kuliah, jika tidak ada biaya Pemkab Siak mempunyai program beasiswa,” pesannya.

Kegiatan tersebut menarik perhatian peserta dan para guru. Indoto mengatakan, sosialisasi P4GN sangat penting bagi siswa-siswinya mengingat majunya perkembangan zaman, sehingga banyak medium untuk berkreasi bagi anak-anak.

“Sekolah memang mempunyai metodologi dan cada terbaik untuk mendidikan anak secara akademik, serta moral spiritual. Namun semua itu harus didukung pihak keluarga di rumah dan masyarakat lingkungan. Kontrol sosial harus kita tingkatkan supaya anak-anak kita tidak gampang terpengaruh dengan yang namanya Narkotika,” kata dia. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved