Breaking News:

Berita Siak

Siak Andalkan Bumkam Hadapi Krisis Pangan

Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan terbentuknya Bumkam bertujuan meningkatkan kemandirian dan memperkuat perekonomian kampung.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan terbentuknya Bumkam bertujuan meningkatkan kemandirian dan memperkuat perekonomian kampung. FOTO: Wakil Bupati Siak Husni Merza. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan terbentuknya Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) bertujuan meningkatkan kemandirian dan memperkuat perekonomian kampung serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah.

“Menghadapi krisis pangan ini harus menjadi perhatian Bumkam, supaya masyarakat di kampung-kampung merasakan perlunya memiliki Bumkam tersebut,” kata Husni Merza, Minggu (18/9/2022).

Menurutnya, Bumkam salah satu instrumen yang mampu bergerak bersama-sama dalam mengatasi krisis pangan dan inflasi yang dampaknya sudah dirasakan saat ini. Ia ingin jaringan Bumkam yang tersebar di setiap kampung mampu memastikan ketersediaan Bahan Pokok Masyarakat (Bapokmas).

“Karena Bumkam merupakan instrumen yang bisa kelola dan manage (dikelola) oleh pemerintah. Ketika swasta dan pedagang eceran tak mampu di kendalikan, maka Bumkam bisa kita andalkan,” kata Husni.

Ia mengatakan, Bumkam salah satu kekuatan Pemkab Siak sebagai jaringan ekonomi pemerintah. Bumkam secara kelembagaan kuat, karena di dukung warganya dan setiap tahun dapat bantuan modal dari pemerintah provinsi.

"Saya ingin Bumkam di Bungaraya, kita jadikan Bumkam Bersama seperti yang ada di Dayun, kemudian dia punya satu produk unggulan, di Bungaraya ada beras kemasan merek Bungaraya,” kata dia.

Hasil jualan Bumkam Bersama itu dipasarkan di seluruh Bumkam yang ada di kabupaten Siak. Sebab pasarnya sudah tersedia, tinggal dilihat respon pasar.

“Kalau beras seperti ini, minat tidak warga kita? Kemudian bagaimana daya beli masyarakat?” Tujuannya apa? ketika terjadi kelangkaan beras kita punya cadangan beras lokal,” kata dia.

Menjual beras lokal ke luar daerah juga sangat memungkinkan. Namun Husni memikirkan beras lokal harus dibeli saat petani panen. Beras itu distok di Bumkam Bersama.

“Jika terjadi kelangkaan beras kita langsung distribusikan ke seluruh Bumkam untuk disalurkan ke masyarakat dengan harga beras bersubsidi,” paparnya.

Husni minta kepada dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Siak dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) agar bisa didiskusikan dan wacana itu dieksekusi. Wacana tersebut harus menjadi PR bagi kedua dinas tersebut.

“Saya minta ini pekerjaan rumah bagi DPMK dan Dinas Ketahanan Pangan. Kenapa tidak kita perkuat ini, kita jika diperlukan intervensi regulasinya, Bumkam tidak hanya mengurus pangan, namun menjadi produsen pangan di setiap kecamatan,” katanya.

Lanjutnya, Bumkam bisa menjadi market share dari produk-produk Bumkam yang ada di kecamatan lain. Misal, Bumkam di Siak memerlukan produk UMKM bisa didatangkan dari kecamatan lain.

”Mie sagu dari Bumkam Sungai Apit, itu bisa dipasarkan Bumkam lain. Apa yang dihasilkan di Bumkam lain bisa dijual ke tempat lain, Bumkam bisa koordinasi melalui aplikasi atau grup whatsapp. Kita sudah punya instrumental ini, tinggal bagaimana kita memperkuat, serta memantapkannya lagi. Berkaitan dengan dinas sosial Bumkam bisa menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai, Bumkam kedepan bisa berfungsi seperti ATM ambil dan simpan uang,”sebutnya.

Husni juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif, dengan ditanami sayur-sayuran dan komoditas pangan serta bernilai ekonomi. Karakter masyarakat berdikari untuk menanam tersebut juga akan menyelamatkan saat terjadinya inflasi. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved