Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Lockdown China dan Terbebani Harga Minyak Kedelai Anjlok, Faktor Turunnya Sawit di Riau Pekan Ini

Minyak kedelai anjlok, selain itu China memberlakukan lockdown berdampak pada turunnya harga sawit di Riau.

Editor: Ariestia
Istimewa
Minyak kedelai anjlok, selain itu China memberlakukan lockdown berdampak pada turunnya harga sawit di Riau. FOTO ILUSTRASI: Tangki CPO. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - China memberlakukan lockdown berdampak pada turunnya harga sawit di Riau.

Turunnya harga sawit di Riau pekan ini tidak lepas dari anjloknya harga CPO dunia.

Demikian analisa Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi 

Kemudian lockdown beberapa daerah di China sehingga China mengurangi pembelian CPO karena China pembeli terbesar kedua setelah India.

Selain itu, berlimpahnya stok CPO juga menyebabkan turunnya harga tandan buah (TBS) kelapa sawit karena menekan pasar.

Defris mengatakan harga minyak kelapa sawit dunia (Crude Palm Oil/CPO) dibayangi sentimen negatif sepanjang pekan ini.

Terkoreksinya CPO disebabkan oleh prospek pasokan CPO dunia yang meningkat, sementara China yang merupakan pembeli terbesar kedua setelah India, masih memberlakukan pembatasan aktivitas (lockdown).

Tidak hanya itu tambah Defris, harga CPO terbebani oleh harga minyak kedelai yang anjlok.

"Refinitiv Commodities Research dalam risetnya menilai bahwa stok minyak sawit yang tinggi dan produksi musiman yang lebih kuat dari negara-negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia menghasilkan pasokan CPO global yang berlimpah, sehingga menekan pasar,"

Peningkatan prospek pasokan global dari minyak biji matahari dan minyak kedelai juga merupakan faktorbearish.

Harga CPO juga kerap dipengaruhi oleh harga minyak saingan seperti minyak kedelai karena mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar.

"Sepanjang pekan harga minyak kedelai di Dalian anjlok 2,16 persen ptp, sedangkan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade jatuh 1,75 persen ptp," paparnya.

Pasar global juga tengah mengawasi situasi Covid-19 di China karena penguncian atau lockdown mengganggu permintaan akan CPO. Diketahui, China sedang melakukan penguncian di Chengdu, ibu kota provisi Sichuan sejak 1 September 2022. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved