Breaking News:

Liga Italia

Kesalahan Fatal Simone Inzaghi bikin Inter Milan Hancur Lebur, Ultras Inter Marah Besar

Keputusan Simone Inzaghi yang bikin Inter Milan jadi hancur lebur. Ultras Inter sampai marah besar desak Inzaghi dipecat

Penulis: Ariestia | Editor: Budi Rahmat
AFP
Simone Inzaghi bikin kesalahan fatal hingga Inter Milan dikalahkan Udinese 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sosok Simone Inzaghi menjadi orang yang paling disosot dalam kekalahan Inte Milan menghadapi Udinese.

Pelatih asal Italia tersebut dinilai melakukan kesalahan fatal dengan pegantian pemain yang dilakukan.

Alih-alih membeikan kekuatan baru bagi Inter Milan, Simone Inzaghi malah membuat permainan Inte Milan makin tidak jelas.

Baca juga: Ultras Inter Desak Simone Inzaghi Mundur dari Kursi Pelatih Inter Milan, Inzaghi Out

Salah satu yang mendapat sorotan adalah kala Simone Inzaghi menggantikan Edin Dzeko dengan Correa.

Permainan yaang awalnya solid, seketika kehilangan arah karena sosok sentral Edin Dzeko yang ditarik keluar

Karena kesalahan fatalnya itu kemudian, sosok Simone Inzaghi mendapat sorotan pemberitaan

Pelatih Inter Simone Inzaghi melakukan lebih dari beberapa kesalahan dalam kekalahan 3-1 Nerazzurri di tangan Udinese kemarin, tetapi mungkin tidak lebih dari dua pemain pengganti di babak kedua.

Ini adalah pandangan dalam edisi cetak hari ini dari surat kabar Tuttosport yang berbasis di Turin, yang berpendapat bahwa keputusan pelatih untuk mengeluarkan Edin Dzeko dari lapangan di pertengahan babak kedua dan penambahan Stefan de Vrij adalah kesalahan paling fatal.

Dzeko bukanlah kandidat yang jelas untuk ditarik keluar pada babak kedua kemarin, karena pemain Bosnia itu bisa dibilang pemain paling cemerlang Nerazzurri di sepertiga akhir dan hampir membuat dirinya masuk daftar pencetak gol tetapi karena offside tipis.

Baca juga: Inter Milan Dihancurkan Udinese, Alessandro Bastoni Tendang Kursi Cadangan, Simone Inzaghi Dipecat?

Namun, Inzaghi memutuskan untuk mengganti pemain Bosnia itu dengan Joaquin Correa, dan dengan melakukan itu, dia membuat tim kehilangan titik referensi penting dalam serangan, tidak secara kebetulan datang tepat saat momentum menyerang yang mereka bangun di awal babak menguap.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved