Breaking News:

Berita Riau

Berkas Tersangka Oknum Pegawai Bank Pembobol Rekening Nasabah Rp 5 M Dinyatakan P-21

Berkas perkara tersangka oknum pegawai bank pembobol rekening nasabah di Riau dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa pada Kejati Riau.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Internet
Berkas perkara tersangka oknum pegawai bank pembobol rekening nasabah di Riau dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa pada Kejati Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berkas perkara tersangka bernama Rezki Purwanto, oknum pegawai bank pembobol rekening nasabah di Riau dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa pada Kejati Riau.

Tersangka melakukan aksi pembobolan ratusan rekening nasabah dengan total Rp5 miliar lebih.

Sebelumnya, berkas tersangka dilimpahkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, selaku pihak yang menangani perkara.

Berkas akhirnya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa. Sehingga, proses penanganan perkara berlanjut ke tahap II, atau penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik polisi ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Saat ini JPU, tengah merampungkan surat dakwaan untuk selanjutnya melimpahkan berkas perkara ke pengadilan.

Diperkirakan dalam waktu yang tak lama lagi, tersangka akan segera diadili di hadapan majelis hakim.

Saat ini, tersangka sementara masih ditahan di sel tahanan Polda Riau.

Kepala Seksi Kasi Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Riau, Bambang Heripurwanto mengatakan, berkas tersangka dinyatakan lengkap pada 9 September 2022 lalu.

"Proses tahap II juga sudah dilakukan di Kantor Kejari Pekanbaru," kata Bambang, Rabu (21/9/2022).

Diterangkannya, ada 3 orang jaksa yang menjadi tim JPU, yang akan membuktikan perbuatan tersangka di pengadilan.

"Semuanya (JPU) dari Kejati Riau," papar dia.

Bambang mengungkapkan, dalam waktu dekat berkas perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Diketahui, tersangka terakhir kali menjabat sebagai Core Administrasi Pembiayaan/Legal Cabang Syariah Pekanbaru pada bank daerah di Riau.

Dia sudah melakukan kejahatan perbankan sejak tahun 2020 lalu.

Perbuatan tersangka mulai terungkap saat ia menghubungi seorang petugas customer service bank daerah di Pasir Pengaraian, Rohul, pada 16 Juni 2022.

Ketika itu tersangka meminta bantuan untuk membuka daftar rekening dormant sejumlah nasabah.

Awalnya, petugas customer service itu tak menaruh curiga.

Keesokan harinya, petugas customer service tersebut mengetahui ada transaksi melalui ATM, yang mana dia curiga karena dari data nasabah tersebut, nyatanya tidak punya fasilitas ATM.

Hal ini kemudian dilaporkan ke tim investigasi internal bank. Serangkaian proses pemeriksaan pun dilakukan.

Hasilnya, ternyata ada indikasi tindak pidana yang dilakukan tersangka, pihak bank lantas melapor ke Polda Riau. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, yang bersangkuran akhirnya ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan hasil pendalaman, ternyata tersangka menggunakan uang yang ditilapnya untuk main judi online.

Akun bank milik tersangka ini, terkait semua dengan judi online.

Hasil pemeriksaan tersangka, dia sudah melakukan kegiatan tindak pidana perbankan ini selama 2 tahun belakangan.

Tidak tertutup kemungkinan, akan ada tersangka lain yang dijerat polisi.

Ikut disinyalir pula, masih ada nasabah lain yang menjadi korban tersangka.

Salah satu nasabah korban tersangka ini, ada yang saldonya Rp400 juta. Oleh tersangka, isi rekening hanya disisakan Rp50 ribu.

Terkait kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, kebanyakan dalam bentuk dokumen.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 49 ayat (1) huruf a Jo Pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved