Breaking News:

Berita Riau

Pembelian Solar di Riau untuk 1 Mobil Dibatasi 40 Liter Per Hari

Volume pembelian BBM subsidi jenis Biosolar di Riau dibatasi untuk 1 mobil maksimal 40 liter setiap harinya.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Istimewa
Volume pembelian BBM subsidi jenis Biosolar di Riau dibatasi untuk 1 mobil maksimal 40 liter setiap harinya. FOTO ILUSTRASI: Pengisian biosolar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Volume pembelian BBM subsidi jenis Biosolar di Riau dibatasi untuk 1 mobil maksimal 40 liter setiap harinya.

Pembatasan tersebut mulai diatur melalui pencatatan nomor polisi yang dilakukan oleh petugas SPBU, bagi konsumen yang belum mendaftar MyPertamina.

Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara, Agustiawan mengatakan, pihaknya mengacu pada regulasi yang sudah ada, yakni dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Riau nomor 272/SE/DESDM/2021 tentang Pengendalian Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu.

Sebagaimana dalam aturan tersebut, jenis minyak solar bersubsidi di Provinsi Riau, untuk kuota 1 mobil pribadi diperbolehkan mengisi 40 liter per hari. Maka disesuaikan dengan regulasi tersebut.

"Untuk aturan tersebut, kita masih mengacu ke Surat Edaran Gubri," kata Agustiawan saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (20/9/2022).

Dikatakan Agustiawan, hingga saat ini pihaknya terus mensosialisasikan terkait penggunaan aplikasi MyPertamina. Bahkan bagi yang belum mendaftar MyPertamina, maka dicatat nomor polisi kendaraannya.

"Jadi memang kita berikan kebebasan untuk saat ini, bagi yang sudah terdaftar bisa pake QR code, dan yang belum terdaftar masih bisa pakai input nokor polisi (nopol) kendaraan," kata Agustiawan.

Ditanya kapan akan diberlakukan penerapan tersebut, ia menyampaikan hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pusat.

"Sampai nanti ada arahan lebih lanjut dari pusat terkait kapan mulai diberlakukannya QR code," jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa petugas tidak meminta para pengendara menujukkan QR code yang dimiliki, namun atas inisiasi pengendara sendiri, jika sudah mendaftar, maka bisa menujukkan kepada para petugas.

"Petugas tidak meminta, tapi kalau sudah terdaftar, bisa menujukkan QR Code yang dimiliki kepada petugas," ujarnya.

Sedangkan bagi pengendara yang tidak menggunakan QR Code, dikatakan Agus masih menggunakan sistem pembayaran reguler seperti biasa, namun nopol kendaraannya akan dicatat oleh petugas.

"Pencatatan nopol tersebut wajib, agar tercatat pengendara yang mengisi BBM, sehingga akan terdeteksi apakah kendaraan tersebut sudah pernah mengisi di SPBU lain sebelumnya di hari yang sama melebihi kuota yang sudah ditentukan," ujarnya.

Ketika pencatatan nopol yang tersistem secara digital, maka akan terlacak berapa total pengisian BBM bersubsidi kendaraan tersebut per hari, sehingga distribusi BBM bersubsidi bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang memang diperuntukkan, sehingga tidak ada oknum yang bisa memanfaatkan .

"Dengan demikian tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan untuk mengisi BBM bersubsidi, karena sudah tercatatat otomatis di data yang sudah terintegrasi," tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved