Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Rusak, Kondisi Jembatan di Desa Bangko Rohil Sudah Memakan 2 Korban Jiwa

Kondisi jembatan Perbatasan Kepenghuluan Parit Aman dan Kepenghuluan Serusa Kecamatan Bangko sangat meresahkan masyarakat.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: David Tobing

Hariyanto menambahkan, banyak truck colt diesel membawa muatan berlebih tidak sesuai tonase yang ditetapkan, seperti muatan 100 kg jadi 700 kg, apalagi kendaraan seperti fuso juga lewat disini.

Muatan ini dikatakannya, tentu saja sangat berpengaruh terhadap kondisi ketahanan jalan dan jembatan yang membuatnya cepat rusak. Hal ini harus menjadi perhatian Dinas Perhubungan Kabupaten Rohil selaku pihak terkait.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, kata mereka punya izin. Kita bukannya melarang karena warga sini juga banyak punya sawit, tapi mengikuti aturanlah, karena berdampak kepada masyarakat umum,” imbuhnya.

Melihat kondisi ini, Hariyanto mewakili masyarakat setempat memohon perhatian Pemerintah baik itu Kabupaten dan Provinsi agar melakukan perbaikan permanen atau pembangunan kembali pada jembatan tersebut.

“Tolonglah kepada Pemerintah Rokan Hilir atau Provinsi Riau, tolonglah diperbaiki jembatan kami yang berbahaya ini. Warga sudah resah, mohon kepada pemerintah agar bangunan jembatan kami ini secepat mungkin diperbaiki,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko, Suparji, menuturkan, Peninjaun dan perbaikan sudah pernah dilakukan terhadap jembatan tersebut, namun masih sebatas perbaikan jangka pendek.

“Sekitar 2 atau tiga tahun yang lalu sepertinya terakhir kali di tinjau dan perbaiki. Memang kita khawatirkan kondisi ini, setiap Musrenbang tetap kita ajukan,” ujar Suparji.

Suparji berharap jembatan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten dan Provinsi, karena anggaran kepenghuluan atau desa tidak mencukupi untuk memperbaiki apalagi membangun kembali jembatan tersebut.

“Secepatnyalah diperbaiki, karena berbahaya bagi warga, apalagi kalau malam, warga yang tidak tau ada lobang bisa jadi korban. Mohonlah di perbaiki, dana desa tidak mungkin,” harapnya.

Pria yang sudah menjabat Sekretaris sejak 2009 ini juga menekankan kepada kendaraan yang melewati jalan dan jembatan di lintas tersebut untuk tidak membawa muatan melebihi tonase yang ditetapkan.

“Karena itu jalan lintas antara Bangko dan Sinaboi yang mendukung perputaran perekonomian masyarakat. Warga lewat situ pergi ladang atau kebun, kerja laut, akses perekonomian masyarakat lah itu. Mengingat kondisi jembatan, mohonlah angkutan jangan berlebihan membawa muatan, karena semua masyarakat mengakses jalan itu dalam aktifitas sehari – hari,” ucap Suparji.

Senada dengan itu, Penghulu Serusa Jumino sangat khawatir dengan kondisi plat besi yang menutupi lobang ditengah jembatan tersebut, karena bagaikan bom waktu yang dapat memakan korban kapan saja.

“Kondisi plat besinya saat ini bergeser setiap dilewati kendaraan, apalagi bertonase berat. Sementara harus di las biar tidak bergeser, karena bisa mencelakai pengendara yang lewat, saya sudah sampaikan ke pihak terkait untuk langkah sementara itu,” ujarnya terpisah kepada Tribun Pekanbaru.

Menurut Jumino, jembatan tersebut sudah sekitat 3 kali diperbaiki dengan cara di semen atau cor oleh pihak DPUTR Provinsi Riau, namun tetap tidak tahan dan berlobang sehingga saat ini ditutup plat besi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved