Breaking News:

Berita Siak

Wabup Siak Bahas Industri Halal Saat Seminar Nasional di STIE Bengkalis

Wakil Bupati Siak Husni Merza didapuk sebagai pemateri pada seminar nasional di STIE Syariah Bengkalis, Selasa

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Wabup Siak Husni Merza memaparkan terkait industri halal pada seminar nasional yang digelar STIE Syariah Bengkalis, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Wakil Bupati Siak Husni Merza didapuk sebagai pemateri pada seminar nasional di STIE Syariah Bengkalis, Selasa (20/9/2022). Seminar tersebut bertema peran digital transaksi dalam meningkatkan industri halal, dan diikuti oleh hampir seratus mahasiswa.

“Hidup halal telah menjadi bagian dalam kehidupan muslim di Indonesia. Dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, menjadikan produk dan layanan halal memiliki potensi ekonomi yang sangat besar,” kata Husni pada pembukaan materinya.

Namun demikian, sambung Husni, dalam prosesnya, industri halal masih memiliki banyak tantangan. Menghadapi berbagai tantangan itu sangat diperlukan pendekatan teknologi dan inovasi.

”STIE Syariah Bengkalis sebagai salah satu perguruan tinggi yang unggul dalam bidang ekonomi syariah mempunyai peran yang besar terhadap pendekatan teknologi tersebut,” kata dia.

Peran kampus yang konsen terhadap ekonomi syariah harus lebih maksimal dari waktu ke waktu. Kampus tersebut menjadi tumpuan bersama dalam memajukan sektor industri produk halal tersebut.

“Tentunya dengan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan ahli di bidangnya, serta dapat menjadi pioner dalam inovasi dan riset produk halal bagi UMKM,” katanya.

Ia menjelaskan, kehadiran teknologi informasi membuka banyak peluang bisnis baru untuk mengenalkan produk berlabel halal. Faktanya kemajuan digitalisasi berdampak besar pada bisnis produk halal sendiri.

“Kondisi ini mengurangi biaya interaksi dan transportasi serta dapat meningkatkan pendapatan. Selain itu dengan adanya digitalisasi produk halal tersebut interaksi akan menjadi mudah karena tidak harus berkontak fisik,” kata dia.

Pelaku dan produsen produk halal juga harus memanfaatkan teknologi dan digitalisasi untuk pemasaran produk halal. Hal tersebut sangat strategis dalam pengembangan usaha.

“Ini juga merupakan salah satu bentuk upaya pelaku usaha dalam membantu mempermudah masyarakat untuk memperoleh produk halal yang dibutuhkan dengan mudah,” kata dia.

Husni mengatakan, implementasi digitalisasi produk halal di Indonesia masih relatif rendah dan masih membutuhkan lebih banyak lagi sosialisasi untuk mengenalkan produk halal melalui digitalisasi. Padahal digitalisasi produk halal berpotensi besar pada sektor makanan dan minuman, busana muslim, farmasi dan kosmetik, serta keuangan islam.

Salain itu Husni juga memuji STIE Syariah Bengkalis yang telah menyelenggarakan kegiatan itu. Ia meminta acara seperti ini perlu ditingkatkan dan sebagai upaya peningkatan literasi sehinga gampang menjelaskan kepada masyarakat tentang produk yang halal.

Selain itu, termasuk juga kolaborasi sesama pelaku industri halal dan lembaga keuangan syariah. Namun juga perlu pelaku industri halal ini konsen terhadap kehalalan produknya, supaya ini bisa memenuhi keinginan konsumen.

“Kita semuanya juga perlu mengoptimalisasi pemantapan teknologi pada industri halal,” kata dia. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved