Breaking News:

Perang Ukraina vs Rusia

Bukan NATO, Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman Sukses Bebaskan Tentara Asing Yang Ditahan Rusia

Amerika Serikat dan negara-negara NATO wajib berterimakasih kepada Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ilham Yafiz
AFP
Ilustrasi. Bukan NATO, Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman Sukses Bebaskan Tentara Asing Yang Ditahan Rusia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Amerika Serikat dan negara-negara NATO wajib berterimakasih kepada Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Atas prakarasanya, Mohammed bin Salman sukses memediasi pembebasan tentara asing Ukraina yang ditangkap Rusia.

Diberitakan Rusia Today, Kementerian luar negeri Arab Saudi mengumumkan keberhasilan itu pada hari Rabu.

Tentara asing yang berhasil dibebaskan itu berasal dari lima negara, tentara bayaran telah ditangkap saat berperang untuk Ukraina menawan Rusia.

Para tahanan, yang merupakan warga negara Kroasia, Maroko, Swedia, Inggris dan AS, dipindahkan dari Rusia ke Arab Saudi oleh otoritas Saudi, menurut sebuah pernyataan dari kementerian.

"Pejabat Saudi sekarang memfasilitasi prosedur untuk kembalinya mereka dengan aman ke negara masing-masing,” lanjut pengumuman itu.

Pangeran Mohammed bin Salman secara pribadi merundingkan pembebasan itu, yang terjadi sebagai bagian dari pertukaran tawanan perang yang lebih luas antara Rusia dan Ukraina.

Rincian lengkap pertukaran tawanan perang tidak jelas, tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin bahwa Moskow dan Kiev telah sepakat untuk menukar 200 tahanan.

Pertukaran ini akan menjadi pertukaran terbesar sejak operasi militer Rusia di Ukraina dimulai pada Februari.

Erdogan, yang pemerintahnya membantu menengahi kesepakatan awal musim panas ini untuk memulai kembali pengiriman biji-bijian dari pelabuhan Ukraina, mengatakan pertukaran ini mewakili “langkah yang sangat penting.”

Selain menerima senjata Barat senilai puluhan miliar dolar, Ukraina sangat bergantung pada tentara bayaran asing untuk memperkuat militernya.

Menurut Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, lebih dari 2.000 pejuang asing ini telah dimusnahkan oleh pasukan Rusia dan milisi Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk.

Shoigu mengatakan pada hari Rabu bahwa lebih dari 1.000 orang asing tetap aktif di jajaran militer Ukraina.

Menteri Rusia menambahkan bahwa lebih dari 150 perwira dan penasihat NATO berada di Kiev, di mana mereka merencanakan dan memimpin pasukan Ukraina.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved