Breaking News:

Berita Rohul

Dualisme Kepemimpinan Terjadi di Tubuh LAMR Rohul Usai Dua Musda V di Dua Tempat Berbeda

Terjadi dualisme kepengurusan di Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rokan Hulu.

Penulis: Syahrul | Editor: Sesri
Kolase TribunPekanbaru
(Kiri)Suasana Musda V LAMR Rokan Hulu di Balai Adat versi H Zulyadaini, (Kanan) Ketua LAMR Rokan Hulu hasil Musda V Hotel Sapadia Suparman tengah berfoto bersama Titah Raja Rambah T Mansur Mansi Yang Dipertuan Jumadil Alam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Terjadi dualisme kepengurusan di Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rokan Hulu.

Hal tersebut terjadi setelah berlangsungnya dua Musda V LAMR Rohul berdasarkan dua pemimpin yang berbeda.

Pertama, Musda V LAMR Rohul versi H Zulyadaini yang berinduk pada kepengurusan LAM Riau versi Marjohan.

Sedangkan yang kedua, Musda V LAMR Rohul versi Suparman yang berinduk pada kepengurusan LAM Riau versi Syahril Abu Bakar.

Adapun kedua Musda V LAMR Rohul dilakukan di dua tempat berbeda. H Zulyadaini menggelar di Balai Adat LAMR Rohul dan Suparman menggelar kegiatan di Hotel Sapadia, Pasir Pangaraian.

Dalam Musda V LAMR Rohul di Balai Adat, H Zulyadaini terpilih kedua kalinya untuk melanjutkan estafet kepemimpinannya selama lima tahun kedepan secara aklamasi.

Sedangkan pada Musda V di Hotel Sapadia, Suparman diamanahkan memimpin LAMR Rokan Hulu selama satu periode kedepan menggantikan masa kepemimpinan H Zulyadaini juga secara aklamasi.

H Zulyadaini mengatakan, dia akan fokus untuk memperjuangkan hak masyarakat adat Rokan Hulu selama masa kepemimpinannya tersebut.

"Saya akan melanjutkan program dan kegiatan dalam periode sebelumnya. Termasuk memperjuangkan masalah hak masyarakat adat atas tanah," kata dia.

Terpisah, Suparman seusai pleno Musda V LAMR Rohul di Hotel Sapadia mengatakan, dia akan berusaha menggandeng kepengurusan H Zulyadaini untuk dapat bekerjasama membangun LAMR Rohul kedepan.

"Saya akan fokus untuk membenahi LAMR Rohul sebagai wadah kelembagaan adat yang selama ini mulai runtuh," sebutnya.

Ketika ditanyakan soal terjadinya dualisme dalam kepengurusan LAMR Rohul, Suparman mengatakan, pihaknya tak berusaha ambil pusing terkait hal tersebut.

"Kita lihat saja sama-sama. Siapa sebenarnya yang akan memperjuangkan hak masyarakat adat di Rohul secara lebih baik," jawabnya sambil berseloroh.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Rohul Ibnu Ulya yang mewakili Bupati Rohul Sukiman mengatakan, Pemda Rohul tidak mau terlibat di dalam pusaran permasalahan dualisme tersebut.

"Jangan tanya-tanya soal musda-musda sana-sini. Yang jelas, saya diperintahkan hadir di Musda di Balai Adat. Ya saya datang. Itu saja. Lain-lain saya gak mau berkomentar," singkatnya.

Belum diketahui bagaimana mekanisme kesekretariatan LAMR Rokan Hulu kedepan akan berjalan.

Sampai saat ini, kepengurusan LAMR Rohul hasil Musda V H Zulyadaini masih berkantor di Balai Adat LAMR Rokan Hulu sampai saat ini.

( Tribunpekanbaru.com / Syahrul Ramadhan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved