Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Melesatnya Harga CPO Picu Naiknya Harga Sawit di Riau Pekan Ini

Pekan ini petani atau pekebun kelapa sawit di Riau sudah mulai merasa lega, karena harga sawit di Riau pekan ini naik di seluruh kelompok umur.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
Pekan ini petani atau pekebun kelapa sawit di Riau sudah mulai merasa lega, karena harga sawit di Riau pekan ini naik di seluruh kelompok umur. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pekan ini petani atau pekebun kelapa sawit di Riau sudah mulai merasa lega, karena harga sawit di Riau pekan ini naik di seluruh kelompok umur.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi, kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau pekan ini dipicu karena harga CPO dunia saat ini melesat atau naik.

"Sehingga harga TBS sawit Riau pekan ini adalah Rp Rp 2.475,15/Kg untuk kelompok umur 10 tahun sampao 20 tahun," ujar Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi kepada Tribun, Rabu (21/9/2022).

Kemudian melansir dari Reuters jelas Defris, petani di kawasan Asia saat ini sedang melakukan penanaman kelapa sawit untuk meningkatkan produksi.

Namun, ketika pandemi, para penghasil bibit telah memangkas produksinya, sehingga ketersediaannya pun terbatas hingga saat ini.

Kekurangan bibit tentunya dapat memperlambat proses perkebunan dan akhirnya menjaga harga sawit di Riau tetap tinggi.

Sementara, pabrik tambah Defris, membutuhkan waktu empat tahun untuk kelapa sawit tumbuh sebelum panen, yang berarti produksi akan tetap pada posisi saat ini dan harga akan tetap untuk sementara waktu.

"Maka dari itu, pasar memprediksikan bahwa harga CPO akan berada tetap dekat dengan posisi saat ini," ucap Defris.

Sementara CGS-CIMB Research memproyeksikan harga minyak sawit mentah akan diperdagangkan di kisaran MYR 3.500-4.500/ton pada tahun ini, karena persaingan yang lebih ketat dari produsen utama Indonesia. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved