Breaking News:

Berita Bengkalis

Pengedar Obat Tanpa Izin Rp 1,3 M Divonis 1,5 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta di PN Bengkalis

Pengedar obat tanpa izin edar senilai Rp 1,3 miliar yang gudangnya digerebek BPOM beberapa waktu lalu divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Obat ilegal tanpa izin edar yang disita BPOM di Pekanbaru bersama tim gabungan dari gudang obat tradisional di Bengkalis beberapa waktu lalu. Pelaku akhirnya divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta. 

 


TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Pengedar obat tanpa izin edar senilai Rp 1,3 miliar yang gudangnya digerebek BPOM beberapa waktu lalu divonis 1,5 tahun penjara di PN Bengkalis.

Terbukti mengedarkan obat obatan tradisional tanpa izin edar seorang pria bernama Fadli warga Desa Tambusai Batang Dui Kecamatan Bengkalis divonis hukuman 1,5 tahun penjara.

Vonis dijatuhkan oleh majelis hakim pengadilan Negeri(PN) Kelas 1 B Bengkalis.

Hukuman dibacakan majelis hakim PN Bengkalis, Selasa (20/9/2022).

Hal ini diungkap Humas PN Bengkalis Ulwan Maluf kepada awak media, Rabu (21/9/2022).

Menurut Ulwan, majelis hakim PN Bengkalis berkeyakinan dari fakta persidangan Fadli telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi sedikitnya 80 jenis obat obatan tradisional dan obat-obatan yang tidak memiliki izin edar.

"Atas keyakinan ini majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan potong masa tahanan," ungkapnya.

Selain itu terdakwa juga harus membayar denda Rp500 juta, apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama sebulan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved