Breaking News:

Berita Riau

Stok BBM Terbatas, Ratusan Nelayan di Dumai dan Rupat Terancam Tak Melaut

Ratusan nelayan di Kota Dumai terancam tidak bisa melaut karena kekurangan stok BBM bersubsidi di SPBUN

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Herman Mahmud mengatakan stok BBM bersubsidi terbatas, ratusan nelayan di Dumai dan Rupat terancam tak melaut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan nelayan di Kota Dumai terancam tidak bisa melaut. Para nelayan di wilayah pesisir Riau ini mengaku kekurangan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Sebab saat ini stok BBM yang ada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Kerapu tidak mencukupi kebutuhan para nelayan.

Setiap bulannya, ada sekitar 96 orang nelayan anggota koperasi ini membutuhkan 53.350 ribu liter untuk melaut.

Sementara SPBUN ini hanya mendapatkan kuota BBM sebesar 35 ribu liter.

"Artinya, masih ada kekurangan kuota sekitar 18.350 liter lagi," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Herman Mahmud, Rabu (21/9/2022).

Herman mengatakan, SPBUN yang ada di Dumai ini juga melayani nelayan dari Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Setidaknya ada 82 nelayan Kecamatan Rupat ini yang menggantungkan BBM sebesar 31.850 liter di SPBUN Kerapu Dumai.

Selain letak SPBUN ini dekat dengan domisili para nelayan Rupat, SPBUN ini juga merupakan satu-satunya yang ada di wilayah ini.

"Total nelayan yang dilayani SPBUN ini adalah 178 orang dengan total kebutuhan BBM 85.200 liter per bulannya," jelasnya.

Keluhan itu disampaikan ratusan nelayan kepada Dinas DKP Provinsi Riau. Sebab jika nelayan tidak melaut mencari ikan, maka ekonomi nelayan akan terpuruk.

Pihaknya pun menerima keluhan ratusan nelayan di Kota Dumai langsung meminta tambahan kuota ke pemerintah pusat.

"Surat permohonan penambahan kuota BBM bersubsidi melalui SPBUN Koperasi Kerapu Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai ini sudah kita layangkan ke Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Cq Direktur Kepelabuhan Perikanan. Nanti kementerian akan menyampaikannya ke BPH Migas atau Pertamina," katanya.

Atas kondisi itu, pihaknya memohon pemerintah pusat melalui BPH Migas untuk memberikan penambahan kuota BBM untuk SPBUN Koperasi Kerapu, untuk memenuhi kebutuhan ril para nelayan.

"Dengan adanya penambahan BBM, kita berhadap para nelayan dapat kembali menangkap ikan untuk meningkatkan perekonomian nelayan di Kota Dumai," katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgio )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved