Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Hujan Guyur Pelalawan Sepanjang Malam, Belum ada Laporan Banjir di Kota Pangkalan Kerinci

Hujan semalaman ini biasanya sudah menimbulkan banjir dan genangan air di beberapa titik di Kota Pangkalan Kerinci

Penulis: johanes | Editor: didik ahmadi

TRIBINPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Hujan mengguyur Kabupaten Pelalawan secara merata sejak Rabu (21/9/2022) malam hingga Kamis (22/9/2022) pagi. Intensitas hujan yang turun beragam mulai dari ringan, sedang, hingga lebat.

Pantauan tribunpekanbaru.com hujan turun mulai pukul 22.30 wib dengan intensitas lebat, disertai angin kencang dan terjadi merata di wilayah sekitar Pangkalan Kerinci serta kecamatan lainnya.

Ternyata kondisi cuaca itu berlanjut hingga dini hari dan sedikit lebih reda sampai pagi, Samapi pukul 10.10 wib tersisa gerimis.

Hujan semalaman ini biasanya sudah menimbulkan banjir dan genangan air di beberapa titik di Kota Pangkalan Kerinci.

Namun kali ini, genangan air jauh berkurang di banding musim hujan beberapa waktu lalu di sepanjang Jala Sultan Syarif Hasyim biasanya minimal dua titik genangan air yang merendam jalan.

Tapi kali ini kering dan hanya sedikit yang terendam. Demikian juga di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pangkalan Kerinci hanya beberapa titik di bagian tepi dan emperan Rumah toko (Ruko) yang terendam air. Sedangkan akses jalan tak ada genangan air.

"Banjir kali ini tidak terlalu parah. Mungkin karena parit sudah mulai dibersihkan.

Tapi di daerah yang rendah masih tetap terendam banjir," kata warga Pangkalan Kerinci, Sapriandi (45) kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (22/9/2022).

Ia menerangkan, meski hujan lebat menghalangi aktivitas masyarakat, tapi genangan air tidak tampak lagi di jalan.

Alhasil warga lebih leluasa berkendara khususnya sepeda motor tanpa harus menerobos genangan air.

Warga lainnya menuding jika hujan kali ini sebenarnya tidak terlalu lebat meski durasinya lama.

Air yang sempat tertahan sudah langsung teralirkan ke parit maupun drainase yang ada, sehingga tidak sempat tergenang.

Di sisi lain, pembersihan saluran air yang dilakukan selama ini oleh Pemda muai terasa efeknya saat musim hujan.

"Kalau sungai tidak meluap, masih aman nampaknya walaupun hujan lebat. Kita berharap masalah banjir ini tuntas secara total," bebernya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Musa S.Pd menyampaikan cuaca saat ini lebih didominasi oleh hujan.

Intensitas hujan semakin meningkat dalam satu pekan terakhir dan penyebarannya merata di beberapa wilayah Pelalawan. Namun belum ada potensi bencana banjir walaupun hujan semakin rutin.

"Sampai sekarang belum ada laporan banjir ke kita. Baik dari perangkat desa hingga kecamatan maupun yang menghubungi call center," tutur Musa.

Ia menerangkan, warga tetap waspada terhadap genangan air yang muncul setelah hujan lebat.

Upaya penanggulangan banjir di Pangkalan Kerinci masih terus dilakukan berbagai instansi yang terlibat dalam Satuan Tugas (Satgas) Banjir yang telah dibentuk Pemkab Pelalawan.

Selain itu, intensitas hujan yang meningkat belum berpengaruh signifikan terhadap Tinggi Muka Air (TMA) beberapa sungai besar di Pelalawan.

Disamping waspada bencana banjir, lanjut Musa, pihaknya tetap waspada bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah yang rawan terbakar.

Pasalnya, potensi kebakaran masih berpeluang di daerah yang memilik lahan gambut meski intensitas hujan.

Sifat lahan gambut berbeda dengan tanah mineral. Walau diguyur hujan tidak semua terendam air dan masih ada bagian yang kering dan mudah terbakar jika ada api yang memicunya.

"Titik api masih berpeluang muncul di lahan gambut. Kita terus mengimbau masyarakat dan perusahaan. Patroli api secara rutin juga masih berjalan di lapangan," pungkasnya.

BPBD kembali mengingatkan masyarakat untuk menebang pohon yang ada di dekat jalan, di samping bangun rumah, maupun di sekitar jaringan listrik.

Pohon tersebut sangat rawan tumbang jika diterpa hujan yang disertai angin kencang. Seperti yang telah terjadi beberapa waktu sebelumnya.

Sehingga bencana pohon tumbang bisa diantisipasi sebelum terjadi.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved