Breaking News:

Berita Pelalawan

BKSDA Riau Tangkap Pelaku Ilog di SM Kerumutan Usai Sungai Kerumutan Dibersihkan

Tim BKSDA Riau menangkap seorang pelaku Ilog berinsial AB yang merupakan warga Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Penulis: johanes | Editor: Sesri
Dok BKSDA Riau
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau kembali menemukan aktivitas pembalakan liar atau ilegal logging (Ilog) di kawasan hutan Suaka Margasatwa Kerumutan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan saat melakukan patroli sepanjang pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau kembali menemukan aktivitas pembalakan liar atau ilegal logging (Ilog) di kawasan hutan Suaka Margasatwa Kerumutan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Hal itu ditemukan saat melakukan patroli sepanjang tanggal 13 sampai 15 September lalu.

Tim BKSDA Riau menangkap seorang pelaku Ilog berinsial AB yang merupakan warga Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kemudian dua pondok yang dibangun di dalam kawasan SM Kerumutan, 5 unit sepeda pengangkut kayu, hingga 15 kubik kayu hasil olahan berupa papan dan beroti.

Semua barang bukti dimusnahkan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sedangkan tersangka AB dibawa ke kantor balai BKSDA Riau untuk diproses hukum.

Baca juga: BKSDA Riau Temukan Aktivitas Illegal Logging di SM Kerumutan, Amankan 1 Pelaku

Baca juga: Pemkab Pelalawan Usulkan Penambahan Pintu Tol Pekanbaru-Rengat Seksi Ukui Kerumutan, Ini Alasannya

"Ini yang kami antisipasi sejak awal atas kegiatan pembersihan Sungai Kerumutan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Akses masuk ke SM Kerumutan jadi terbuka," kata Kepala BKSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan melalui Kabid Wilayah l Andri Hansen Siregar kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (23/9/2022).

Andri Hansen menerangkan, proyek pembersihan Sungai Kerumutan yang telah dilaksanakan oleh beberapa perusahaan swasta yang dimotori Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan.

Kondisi Sungai Kerumutan yang terhubung langsung dengan AM Kerumutan akhir terbuka secara luas.

Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat lebih mudah melalui jalur air tersebut untuk hal-hal yang positif.

Namun kegiatan yang ilegal juga lebih gampang masuk ke kawasan hutan SM Kerumutan seperti perambahan liar maupun perburuan satwa secara ilegal.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved