Breaking News:

Berita Pelalawan

BKSDA Riau Tangkap Pelaku Ilog di SM Kerumutan Usai Sungai Kerumutan Dibersihkan

Tim BKSDA Riau menangkap seorang pelaku Ilog berinsial AB yang merupakan warga Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Penulis: johanes | Editor: Sesri
Dok BKSDA Riau
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau kembali menemukan aktivitas pembalakan liar atau ilegal logging (Ilog) di kawasan hutan Suaka Margasatwa Kerumutan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan saat melakukan patroli sepanjang pekan lalu. 

"Hutan Suaka Margasatwa tidak untuk jadi tempat wisata. Bagaimana satwa liar bisa aman dan nyaman tinggal di situ, jangan asa aktivitas manusia di dalamnya," pungkas Hansen.

Praktik Ilog terbongkar setelah Tim dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I melakukan patroli pengamanan kawasan hutan SM Kerumutan dilakukan mulai tanggal 13 sampai 15 Oktober di Resort Kerumutan Utara Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti.

Tim menyusuri areal SM Kerumutan untuk memantau keamanan hutan lindung tersebut.

Ternyata patroli yang dilakukan berbuah manis dan tim menemukan aktivitas Ilog yang jalankan oleh oknum masyarakat.

Tim yang turun ke lokasi masuk ke dalam hutan dengan cara mengendap-endap setelah memastikan ada aktivitas Ilog di SM Kerumutan.

Setelah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim langsung mengamankan seorang pria berinsial AB yang merupakan warga Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedangkan pelaku lain kabur.

Tersangka AB dibawa ke kantor balai BKSDA untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik PPNS.

"Pelaku sudah kita titipkan ke Rutan Polda Riau sembari diperiksa oleh penyidik kita. Barang bukti kita sita dan sebagian besar dimusnahkan di lokasi," tutur Hansen Siregar.

Petugas BKSDA menemukan dua pondok yang dijadikan sebagai tempat tinggal sementara para pelaku Ilog. Pondok kayu dengan terpal biru itu musnahkan dengan cara dibakar hingga hangus.

Tim mengamankan kayu olahan jenis papan dan beroti sebanyak 15 kubik, baik kayu yang disusun di darat maupun yang disembunyikan di dalam sungai.

Ada juga 5 unit sepeda yang telah dimodifikasi dan dijadikan kendaraan untuk melansir kayu olahan dari kawasan SM Kerumutan ke areal sungai. Semua sepeda maupun kayu olahan dimusnahkan dengan cara dibakar. Sebagian lainnya ditenggelamkan ke dalam aliran air yang terhubung ke Sungai Kerumutan.

Petugas juga memusnahkan jalur pengangkutan kayu hasil Ilog. Para pelaku pembalakan sengaja menyusun papan dan kayu menyerupai rel, agar bisa dilalui sepeda saat melansir kayu hasil perambahan liar. Kayu dan beroti itu diambil untuk dibakar dan jalurnya diputus. Agar para pelaku tidak kembali lagi melanjutkan aksinya yang merusak alam SM Kerumutan.

"Kita akan patroli lanjutan ke lokasi. Takutnya mereka kembali untuk membawa kayu yang belum sempat kita temukan," tandas Hansen.

Aktivitas Ilog di SM Kerumutan belum tuntas sepenuhnya. Oknum warga masih terus mencoba masuk ke dalam kawasan serta melakukan pembalakan liar.

Jalur masuknya melalui sungai-sungai kecil yang terhubung ke Sungai Kerumutan yang saat ini telah bersih dan terbuka. BKSDA Riau menghimbau agar warga yang masih menjalankan aktivitas Ilog segera keluar dari SM Kerumutan dan menghentikan pekerjaan yang ilegal itu.

( Tribunpekanbaru.com /Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved