Breaking News:

Gandeng Google dan Cek Fakta, AMSI Riau Gelar Pelatihan Literasi

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Riau bersama Cek Fakta, Google News Initiative menggelar pelatihan literasi berita untuk publik di Pekanbaru.

Editor: Rinal Maradjo
istimewa
Ketua AMSI RIau, Ahmad S Udi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Riau bersama Cek Fakta, Google News Initiative menggelar pelatihan literasi berita untuk publik di Pekanbaru.

Pelatihan atau training bertema “Melawan mis dan disinformasi" itu diikuti dosen, mahasiswa dari berbahai perguruan tinggi di Riau, Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) 12 Kabupaten/kota serta stake holder terkait lainnya.

Kegiatan ini berlangsung tanggal 24-25 September di hotel Pangeran, Pekanbaru, Riau.

“Pelatihan ini sangat penting dan berguna bagi mahasiswa, para stake holder yang kita undang, agar penyebarluasan informasi berita di media sesuai dengan kaidah yang sebenarnya," ungkap Ketua AMSI Riau, Ahmad S Udi.

Saat ini, kata pria yang akrab disapa Amek itu, kegiatan Pelatihan Literasi Media (News Literacy Training) untuk publik tersebut sebagai upaya memperkuat pengetahuan dan keterampilan publik mengatasi mis/disinformasi, termasuk di AMSI Wilayah Riau.

"Pemberitaan di media sosial sangat luar biasa, terutama jelang tahun politik. Jadi, training ini menjadi penting untuk menangkal informasi hoax, misinformasi dan disinformasi, dimana mahasiswa, kampus jadi sasarannya. Diskominfo harus ikut membantu menangkal ini," papar Amek.

Lebih jauh dijelaskan Amek, pemerintah daerah, mahasiswa, harus memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang literasi media.

"Harus bisa membedakan informasi yang benar dan mana yan keliru. Mahasiswa, kampus dan humas atau kominfo harus memahami konteks ini dulu," tegasnya

Apalagi saat ini kata Amek, informasi di media sosial sulit untuk dibendung. Terutama oleh masyarakat pengguna yang jumlahnya cukup besar.

"Karena itulah, AMSI Riau sangat berkomitmen untuk turut memberantas, mengurangi, mengantisipasi penyebaran informasi yang salah atau misinformasi dan disinformasi,"jelasnya.

Selama dua hari, para peserta mendapat pelatihan dari dua trainer nasional berpengalaman yakni Arsito Hidayatullah alumni S2 komunikasi Australia dari Suara.com dan Rini Yustiningsing, Pemimpin Redaksi Harian Solo Pos. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved