Breaking News:

Hacker Meki Klaim Retas 26 Juta Data Polda Metro Jaya, Polri: Itu Data Usang Polda Kalteng

Hacker Meki mengklaim memiliki 26 juta data miliki Polda Metro Jaya. Data itu dijual seharga Rp 30 juta.

net
Ilustrasi- Hacker Meki Klaim Retas 26 Juta Data Polda Metro Jaya, Polri: Itu Data Usang Polda Kalteng 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aksi para hacker semakin marak di Indonesia, mereka tak segan-segan meretas data penting milik penegak hukum.

Usai heboh soal hacker Bjorka, baru-baru ini muncul hacker Meki yang mengklaim telah meretas 26 juta data milik Polda Metro Jaya.

Data itu dijual dalam situs breached.to terdapat sebuah thread dengan judul '26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC' oleh Meki pada Rabu (21/9/2022) sekira pukul 21.49 WIB.

Dalam thread itu, terpampang pula logo Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Meki mengatakan dokumen yang dirinya unggah berisi dokumen penting keanggotaan Polisi.

Data itu mencakup nama, pangkat/nomor register pokok (NRP), jabatan, dan nomor telepon.

"Berisi dokumen penting seluruh Kepolisian Negara Republik Indonesia, termasuk data kepesertaan kepolisian di seluruh Indonesia," tulis Meki dalam thread di laman forum breached.to.

"Polri telah menghabiskan banyak uang hanya untuk membangun server atau website sederhana (karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang mereka kelola)," tulis Meki.

"Dan kali ini saya berniat untuk menjual data valid dan dokumen penting dengan harga yang terjangkau. Karena polisi di Indonesia tidak lagi di jalur yang benar, tapi sering mempersulit dan menjatuhkan orang miskin," lanjutnya.

Adapun Meki turut menjual data tersebut seharga USD 2K (2.000) atau sekira Rp30 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved